Wajib Tahu! Ini Manfaat BPJS Ketenagakerjaan untuk Proteksi Diri

|Posted by | Asuransi, Kebiasaan Keuangan, Pensiun
Tags: , , , , ,

Tidak seperti BPJS kesehatan yang keberadaannya sangat populer, BPJS ketenagakerjaan kerap kali dianggap remeh oleh sebagian orang. Padahal BPJS ketenagakerjaan bisa memberikan banyak keuntungan. Coba cek langsung saja manfaat serta cara memiliki BPJS ketenagakerjaan di sini!

Bagi para pekerja, memiliki BPJS Ketenagakerjaan adalah sebuah kewajiban yang harus dimiliki. Jika BPJS Kesehatan memberikan perlindungan kesehatan kepadamu, BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan kepada semua golongan pekerja, baik itu pekerja penerima upah maupun penerima bukan upah. Pekerja penerima upah merupakan pekerja yang menerima upah dari sebuah perusahaan atau kantor seperti karyawan swasta maupun pegawai negeri. Sementara pekerja penerima bukan upah merupakan pekerja di luar hubungan kerja atau pekerja mandiri yang memperoleh penghasilan dari kegiatan atau usahanya seperti wirausaha, pedagang, nelayan, petani, pekerja seni, hingga profesional.

Sebenarnya BPJS Ketenagakerjaan merupakan pengganti dari Jamsostek (Jaminan Sosial Tenaga Kerja). Kemudian sesuai dengan UU No. 24 tahun 2011, Jamsostek berganti nama menjadi BPJS Ketenagakerjaan. Kesadaran masyarakat akan pentingnya BPJS Ketenagakerjaan memang terbilang masih sangat kurang karena minimnya sosialisasi. Padahal dengan memiliki BPJS Ketenagakerjaan kamu bisa mendapatkan banyak keuntungan dan manfaat, baik itu untuk dirimu sendiri maupun keluarga.

Program dan Manfaat BPJS Ketenagakerjaan

Manfaat BPJS Ketenagakerjaan ini sangat beragam tergantung dari program yang kamu pilih karena masing-masing program BPJS Ketenagakerjaan memiliki manfaat yang berbeda-beda. Ada empat program BPJS Ketenagakerjaan yang perlu kamu ketahui, yaitu:

1. Program Jaminan Hari Tua

Manfaat BPJS Ketenagakerjaan Program Jaminan Hari Tua (www.bpjsketenagakerjaan.go.id)

Program BPJS Ketenagakerjaan yang pertama adalah Jaminan Hari Tua (JHT) yang memberikan perlindungan dasar bagi pekerja terhadap semua resiko ekonomi. Sesuai dengan namanya, program ini akan memberikan manfaat BPJS Ketenagakerjaan ketika kamu sudah memasuki hari tua. Manfaat yang diberikan adalah sejumlah uang tunai yang nilainya akan diakumulasikan dari iuran per bulan yang sudah kamu setorkan dan hasil pengembangannya atau bisa dikatakan bunganya.

Baca Juga : Cara Bayar BPJS Lewat ATM Mandiri, Mudah dan Cepat!

Besaran iuran untuk program JHT penerima upah adalah 5,7% yang terbagi menjadi 2% dari pekerja dan 3,7% dari perusahaan. Sedangkan untuk penerima bukan upah akan didasarkan pada nominal tertentu yang dipilih oleh peserta sesuai dengan penghasilan.  Lalu kapan kita bisa mendapatkan manfaat BPJS Ketenagakerjaan dari progam JHT ini? Dana bisa kamu dapatkan jika sudah mencapai usia pensiun yakni 56 tahun atau mengalami cacat total tetap.

Program ini juga memberikan manfaat bagi para pekerja yang terkena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) dan sedang tidak aktif bekerja atau peserta yang akan meninggalkan negara Indonesia untuk selamanya.

2. Program Jaminan Kecelakaan Kerja

Manfaat BPJS Ketenagakerjaan Program Jaminan Kecelakaan Kerja (www.bpjsketenagakerjaan.go.id)

Selanjutnya ada manfaat BPJS Ketenagakerjaan dari program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK). Manfaat dari program ini adalah memberikan perlindungan dari berbagai macam resiko kecelakaan yang terjadi ketika sedang bekerja, dalam perjalanan menuju tempat kerja, hingga penyakit yang disebabkan oleh lingkungan kerja. Besaran dana yang didapat tergantung dari iuran yang dibayarkan.

Untuk pelayanan kesehatan yang didapat adalah perawatan dan pengobatan mulai dari pemeriksaan dasar, perawatan tingkat pertama dan lanjutan, rawat inap, alat kesehatan dan implant, jasa dokter, operasi, transfusi darah, pengobatan dengan obat generik, hingga rehabilitas medik.

Iuran program JKK dibayarkan oleh pemberi kerja dan dihitung berdasarkan tingkat resiko yang ada di lingkungan kerja. Untuk tingkat resiko sangat rendah adalah 0,24% dari gaji sebulan, tingkat resiko rendah adalah 0,54% dari gaji sebulan, tingkat resiko sedang adalah 0,89% dari gaji sebulan, tingkat resiko tinggi adalah 1.27% dari gaji sebulan, dan tingkat resiko sangat tinggi adalah 1,74% dari gaji sebulan. Lalu bagaimana dengan golongan penerima bukan upah? Untuk iuran penerima bukan upah, kamu cukup membayarkan sebesar 1% berdasarkan nominal tertentu sesuai kemampuan penghasilan.

Perlu kamu ketahui kalau program JKK ini memiliki ketentuan yang perlu diperhatikan yakni ada masa kadaluarsanya. Jadi kalau terjadi suatu resiko kecelakaan seperti yang sudah dikatakan di atas, maka kamu harus langsung segera klaim kepada pihak BPJS Ketenagakerjaan dalam waktu 2×24 jam setelah kecelakaan terjadi. Pihak BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan masa kadaluarsa klaim hingga 2 tahun sejak kecelakaan terjadi. Jika dalam jangka waktu tersebut kamu tidak melakukan klaim, maka kamu tidak bisa menerima dana santunan.

Baca Juga : BPJS PCare: Cara Lebih Nyaman Menikmati Layanan BPJS Kesehatan

3. Program Jaminan Kematian

Manfaat BPJS Ketenagakerjaan Program Jaminan Kematian (www.bpjsketenagakerjaan.go.id)

Manfaat BPJS Ketenagakerjaan lainnya bisa didapat dari Program Jaminan Kematian (PJK) yang akan memberikan santunan kematian kepada ahli waris dari peserta program BPJS Ketenagakerjaan yang meninggal bukan karena diakibatkan kecelakaan kerja. Santunan yang diberikan adalah santunan sekaligus sebesar Rp16,2 juta, santunan secara berkala 24 bulan sebanyak Rp200 ribu atau dibayar sekaligus Rp4,8 juta.

Tidak hanya itu saja manfaat BPJS Ketenagakerjaan, ada biaya pemakaman yang diberikan sebesar Rp3 juta dan bantuan beasiswa untuk satu orang anak dari peserta BPJS Ketenagakerjaan sebanyak Rp12 juta. Jika ditotal, manfaat jaminan kematian yang diberikan bisa mencapai Rp36 juta.

Semua manfaat BPJS Ketenagakerjaan dari PJK ini bisa kamu nikmati jika membayar iuran 0,3% dari upah yang dilaporkan untuk penerima upah. Sementara untuk penerima bukan upah, iuran yang disetorkan adalah Rp6.800 per bulannya.

4. Program Jaminan Pensiun

Manfaat BPJS Ketenagakerjaan Program Jaminan Pensiun (www.bpjsketenagakerjaan.go.id)

Manfaat BPJS Ketenagakerjaan yang terakhir bisa kamu dapat dari program Jaminan Pensiun (JP). Program Jaminan Pensiun diselenggarakan oleh pemerintah dengan tujuan agar kamu bisa mempertahankan derajat kehidupan yang layak ketika sudah memasuki masa usia pensiun, mengalami cacat total, hingga meninggal dunia. Nantinya akan ada sejumlah dana yang dibayarkan kepada peserta setiap bulannya jika sudah memasuki usia pensiun atau yang sudah memenuhi iuran minimum 15 tahun atau setara dengan 180 bulan.

Selain itu bagi keluarga yang ditinggalkan, baik itu suami atau istri yang menjadi ahli waris akan diberikan manfaat pensiun berupa tunjangan dana sampai dengan meninggal dunia atau menikah lagi. Sedangkan untuk anak yang menjadi ahli waris (maksimal 2 orang anak) akan diberikan uang tunai bulanan sampai dengan anak berusia 23 tahun. Untuk program Jaminan Pensiun ini hanya bisa diikuti oleh golongan penerima upah karena nantinya besaran iuran akan diambil dari 2% perusahaan dan 1% dari penghasilan bulanan pekerja.

Cara mendaftar BPJS Ketenagakerjaan

Cara Mendaftar BPJS Ketenagakerjaan (www.bpjsketenagakerjaan.go.id)

Setelah melihat berbagai manfaat BPJS Ketenagakerjaan yang akan didapat nantinya, kamu sekarang sudah tahu khan betapa pentingnya memiliki BPJS Ketenagakerjaan. Kalau saat ini kamu belum memiliki BPJS Ketenagakerjaan, maka kamu bisa langsung mendaftar saat ini juga. Tapi sebelumnya, jika kamu termasuk golongan penerima upah, maka tanyakan terlebih dahulu kepada pihak kantor tempat kamu bekerja. Apakah mereka sudah mendaftarkan dirimu atau belum. Jika belum, maka mintalah pihak kantor untuk segera mendaftarkan dirimu.

Sedangkan untuk kamu yang termasuk dalam golongan bukan penerima upah, maka kamu bisa mengajukan pendaftaran langsung ke kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat yang ada di daerah domisilimu. Tak ada waktu untuk datang ke kantor BPJS Ketenagakerjaan? Tenang saja Moneysavers, kamu bisa mendaftar secara online melalui situs resminya di alamat www.bpjsketenagakerjaan.go.id. Agar proses pendaftaran bisa berjalan dengan lancar, persiapkan dulu syarat dokumen yang harus kamu penuhi mulai dari KTP (Kartu Tanda Penduduk), KK (Kartu Keluarga), dan pas foto berukuran 2×3.

Mendaftar BPJS Ketenagakerjaan (www.bpjsketenagakerjaan.go.id)

Setelah membuka situsnya, kamu tinggal mengklik menu daftarkan saya dan pilih individu (BPU). Nantinya akan ada empat tahapan pendaftaran yang harus kamu lalui, mulai dari mengisi form informasi pekerja, profil pekerja, konfirmasi pendaftaran, dan pembayaran. Pada tahap mengisi form informasi pekerja dan profil pekerja kamu harus memberikan informasi data diri hingga profil pekerja yang di dalamnya berisi nomor KTP, tanggal lahir, nomor handphone, alamat email, dan lain sebagainya. Isi dengan benar dan cek ulang kembali agar tidak ada kesalahan.

Baca Juga : Tanpa Ribet, Kamu Bisa Cek Tagihan dan Bayar BPJS Online Lebih Cepat Sekarang

Jika proses pendaftaranmu telah selesai, kamu akan menerima email pemberitahuan dari BPJS Ketenagakerjaan untuk melalukan konfirmasi. Setelah pembayaran pertama dilakukan, maka kamu sudah resmi menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Pembayaran bisa dilakukan melalui bank yang ditunjuk seperti BRI. BNI, BCA, Bank Mandiri, dan Bank Bukopin.

Ingat, lakukan pembayaran iuran secara tepat waktu paling lambat tanggal 15 setiap bulannya karena kalau kamu terlambat membayar iuran, maka akan dikenakan denda sekitar 2% dari besaran iuran yang dibayarkan.

Dengan memiliki BPJS Ketenagakerjaan, kamu tidak hanya bisa melindungi diri sendiri, tapi juga bisa melindungi keluarga tercintamu. Jadi, jangan ragu lagi untuk segera mendaftar dan memiliki BPJS Ketenagakerjaan. Semoga nantinya proses pendaftaran BPJS Ketenagakerjaanmu bisa berjalan dengan lancar ya Moneysavers!

 

Merna Arini Nurizzati

Tentang Penulis: Merna Arini Nurizzati

Full Time Dreamer, Part Time Writer. Book & Food Blogger.