Punya Anak Bikin Kantong Jebol? Pasti Karena Belum Jalankan Tips Ini

|Posted by | Berita Keuangan, Pendidikan, Tips Hemat, Tips Keluarga
Tags:

Punya anak bikin kantong jebol

Banyak orangtua baru yang terkaget-kaget ketika nilai pengeluaran mereka melonjak tinggi begitu si kecil lahir. Benarkah memiliki anak membuat kantong jebol? Mungkin karena para orangtua belum menerapkan tips di bawah ini.

Banyak orang yang galau ketika hendak memutuskan memiliki anak atau tidak. Biaya sekolah yang makin mahal dari waktu ke waktu, ditambah biaya hidup dan berbagai jenis kebutuhan yang perlu dipenuhi agar anak sejahtera, membuat banyak orangtua muda keder.

Ungkapan “Banyak anak, banyak rezeki” atau “Anak membawa rezekinya sendiri” yang banyak didengungkan oleh para orangtua bijak zaman dahulu, seolah semakin skeptis diterima masyarakat zaman now.

Alhasil, banyak yang menunda memiliki anak. Bahkan memutuskan tidak punya anak, salah satunya karena khawatir tidak mampu memberikan kehidupan yang ideal dan sejahtera bagi anak-anak mereka.

Apakah kamu seperti itu? Bila saat ini kamu tengah galau memutuskan ingin menjadi orangtua atau tidak, atau mungkin saat ini sudah menjadi orangtua baru dan kaget dengan nilai pengeluaran yang melonjak tinggi, saatnya kamu membuka pikiran lebih luas.

Sebenarnya ada banyak trik yang bisa kamu terapkan sehingga memiliki anak tidak menjadi “kutukan finansial” bagi kamu dan pasangan. Jalankan trik di bawah ini sehingga kondisi finansial kamu tetap sehat dan sejahtera walaupun memiliki tanggungan anak:

1. Pastikan anak mendapat ASI

HaloMoney26Feb

Menyusui bayi membutuhkan komitmen yang kuat serta dukungan penuh dari keluarga terdekat, terutama pasangan. Memberi bayi ASI eksklusif selama 6 bulan dan melanjutkannya sampai minimal 2 tahun akan sangat membantu kekuatan daya tahan tubuh anak. Yang menarik, ASI juga membantu kamu jauh lebih hemat ketimbang memberi anak dengan susu formula.

Baca Juga : Penyakit Difteri : Anak-Anak dan Dewasa Perlu Disuntuk Vaksin Difteri

ASI gratis tanpa biaya pembelian. Cukup dengan memenuhi kebutuhan gizi si ibu dengan cukup, ASI bisa keluar secara alamiah. Banyak ibu yang menyerah saat di awal-awal kehadiran si kecil, ASI belum lancar keluar sehingga langsung memberikan si kecil susu formula. Padahal, bila memahami cara kerja ASI, para ibu bisa lebih tenang dan tidak keburu stress ketika ASI yang diharapkan tidak langsung lancar.

Usahakan memberi anak dengan ASI sehingga kamu dan pasangan tidak perlu membeli susu formula yang harganya mahal setiap waktu. Memang, sih, bila si ibu juga bekerja, mau tidak mau kamu perlu membeli breastpump atau pompa ASI agar kebutuhan ASI anak tetap terpenuhi walau sang ibu pergi bekerja.

KK

Tapi, anggaplah pembelian breastpump itu sebagai investasi berharga. Begitu juga untuk tempat penyimpanan ASI, mulai dari lemari es untuk menyimpan ASI perah yang beku, botol untuk medium pemberian ASIP pada bayi dan lain-lain.

Dengan ASI, bayi kamu bisa lebih kuat daya tahan tubuhnya sehingga jarang sakit. Kamu sebagai orangtua pun bisa lebih hemat biaya berobat ke dokter.

2. Pakai clodi, jangan pospak

HaloMoney26Feb (2)

Banyak orangtua baru yang kaget ketika mendapati pengeluaran mereka untuk popok bayi ternyata besar. Popok sekali pakai alias pospak memang terbilang boros. Selain tidak ramah lingkungan, harganya pun mahal. Per biji pospak jarang yang harganya di bawah Rp 2.000 kecuali tengah diskon.

Nah, kamu masih punya alternatif lain yang lebih hemat. Pakai clodi atau cloth diaper, istilah keren dari popok kain. Memang, sih, clodi yang berkualitas bagus sekilas harganya mahal. Tapi, karena dia bisa dicuci ulang dengan pemakaian jangka panjang, harganya terhitung jadi lebih murah dibandingkan pospak.

Memakai clodi memang membutuhkan komitmen lebih kuat karena kamu harus mau berlelah-lelah mencucinya. Berbeda dengan pospak yang tinggal kamu buang. Tapi, dengan ketelatenan, isi dompet kamu jauh lebih aman.

3. Pahami penanganan anak sakit

HaloMoney26Feb (3)

Ketika punya anak, tidak jarang para orangtua baru atau orangtua muda masih grogi ketika mendapati anak mereka jatuh sakit. Hal yang wajar karena mendapati anak yang sakit akan sangat menguras tenaga dan pikiran.

Baca Juga : 5 Cara Mudah mengelola Keuangan Untuk Anak Muda

Namun, jangan langsung panik saat anak sakit. Terlebih bila sakitnya baru sebatas demam atau flu yang kerap kali membuat bayi rewel. Banyak orangtua yang panik menghadapi situasi ini sehingga langsung saja membawa anak mereka ke dokter spesialis anak yang tarifnya mahal. Atau, langsung saja memberi anak obat yang belum tentu dibutuhkan si kecil.

Sebagai orangtua, kamu perlu memahami bagaimana cara menangani anak yang sakit. Apakah ketika anak demam, kamu perlu langsung memberi obat penurun panas? Belum tentu, lho. Pelajari apa itu Rational Use Medicine (RUM), pahami pula bagaimana cara pertolongan pertama pada anak yang sakit sehingga kamu tidak perlu terserang panik apalagi menghabiskan uang untuk ongkos berobat.

5. Pertimbangkan opsi sewa

HaloMoney26Feb (5)

Bayi tumbuh sangat cepat, bahkan tanpa kamu sadari tiba-tiba mereka sudah pandai mengoceh dan berlari kesana kemari. Ada banyak jenis kebutuhan anak yang sifatnya temporer atau hanya dibutuhkan di waktu yang singkat.

Misalnya, kebutuhan tempat duduk untuk acara makan sang anak, biasa disebut high chair. High chair ada masa berlaku. Membiasakan anak duduk di kursi makan dengan tertib ketika mereka mulai belajar makan adalah hal yang baik. Tapi, kamu tidak perlu selalu harus membeli kursi makan sendiri. Kamu bisa menimbang opsi sewa high chair. Pasalnya, kadangkala high chair hanya bertahan tidak lama. 

KTA via Halomoney.co.id

Ada masa di mana anak-anak sudah tidak mau lagi duduk di high chair karena lebih senang berlarian kesana kemari. Banyak orangtua yang menyerah mendisiplinkan anak duduk di high chair saat makan. Akhirnya high chair yang sudah dibeli dengan harga cukup mahal pun menjadi tidak terpakai. Untuk meminimalisasi risiko seperti itu, kamu bisa menimbang opsi sewa high chair terlebih dulu. 

Banyak barang-barang bayi dan balita yang akan lebih optimal bila kamu dapatkan dengan cara sewa. Mulai dari mainan hingga buku-buku. Tidak perlu kuatir disebut orangtua yang pelit. Justru dengan cara ini, kamu belajar realistis menghadapi anak-anak yang sangat mudah bosan dengan berbagai macam mainan dan buku-buku. Jadi, ketimbang menimbun barang terlalu banyak, pertimbangkan saja untuk menyewa barang-barang yang sekiranya akan lebih ekonomis bila disewa.

6. Cicil dana pendidikan mulai anak bayi

punya anak

Ini yang sering diremehkan para orangtua baru. Anak baru lahir dan sepertinya saatnya mereka bersekolah masih lama. “Menabung nanti-nanti saja, deh, kalau sudah dekat waktunya sekolah.”

Tentu saja pemikiran itu keliru. Semakin awal kamu menyiapkan dana pendidikan anak, akan semakin ringan kelak beban kamu dalam menutup kebutuhan biaya pendidikan mereka. Jadi, ketika anak lahir, langsung saja mulailah rencana keuangan dana pendidikan anak.

Caranya, jangan cuma dengan menabung uang di bank. Inflasi biaya pendidikan di Indonesia tergolong tinggi hingga 10%-15% per tahun. Ini berarti, supaya uang kamu mencukupi ketika kelak harus mengeluarkan biaya sekolah anak, uang juga harus tumbuh minimal sama atau di atas tingkat inflasi itu. Bila terjadi sebaliknya, kamu akan kesulitan menutup kenaikan tersebut.

Maka itu, mulailah berinvestasi untuk kebutuhan hari depan. Kamu bisa memanfaatkan produk pasar keuangan untuk menyicil investasi. Misalnya, melalui reksadana atau bisa juga menabung dana pendidikan anak dengan berinvestasi emas.

7. Lengkapi proteksi jiwa

punya anak

Ini juga hal yang sering dilupakan para orangtua. Ketika kamu sudah memiliki tanggungan finansial seperti istri dan anak, seharusnya kamu juga melengkapi kebutuhan proteksi jiwa dengan membeli produk asuransi jiwa berjangka.

Baca Juga : Para Orangtua Muda Perlu Pikirkan ini Sebelum Menimbang Punya Anak Lagi

Dengan memiliki asuransi jiwa, kamu bisa meminimalisasi guncangan finansial pada keluarga yang mungkin terjadi ketika suatu ketika kamu sebagai pencari nafkah meninggal dunia. Dengan asuransi jiwa, kelangsungan kebutuhan finansial tanggungan yaitu istri dan anak bisa tetap terpenuhi.

Pilihlah asuransi jiwa berjangka yang murni (term life) dan tentukan produk yang paling tepat dengan kebutuhan kamu.

Nah, itulah 7 strategi penting untuk para orangtua baru agar kondisi finansial tetap terjaga baik ketika sudah memiliki tanggungan anak.

https://www.halomoney.co.id/id

Ruisa Khoiriyah

Tentang Penulis: Ruisa Khoiriyah

Former Finance Journalist, Writer and Editor, Financial Blogger and Lifelong Learner. Selalu ingin berbagi hal yang berguna, praktis dan bisa memberi nilai lebih bagi para pembaca, terutama seputar pengelolaan keuangan pribadi dan kampanye literasi finansial. Ruisa bisa dihubungi di ruisa@halomoney.co.id.