Obligasi Ritel ORI015: Pilihan Investasi Minim Risiko di Tahun Gonjang Ganjing Politik

|Posted by | Berita Keuangan, Investasi, Kemerdekaan Finansial, Pensiun
Tags: , , ,

Saat pasar modal tengah ajrut-ajrutan, kehadiran obligasi ritel Indonesia ORI015 bisa menjadi pilihan menarik. Konon, cawapres Sandiaga Uno juga hendak menempatkan dana di sini, lho. Emang apa istimewanya ORI015?

Sampai hari ini, kita masih menyaksikan gejolak di pasar finansial yang merontokkan kinerja berbagai macam produk investasi pasar modal. Gejolak pasar finansial ini salah satunya terpicu ketegangan global akibat berlangsungnya perang dagang negara-negara adidaya. Nilai tukar rupiah tak berdaya melawan kedigdayaan dollar Amerika Serikat hingga kini terkapar di posisi Rp15.233 per dollar AS, Selasa (9/10).

Pelemahan nilai tukar pun semakin menekan kondisi perekonomian domestik. Kejatuhan rupiah akhirnya menjadi satu kesatuan lingkaran masalah yang juga menyeret kondisi aset-aset di pasar finansial. Harga saham di Bursa Efek Indonesia rontok terindikasi dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terbenam hingga ke level 5.770,50. Sepanjang tahun 2018, indeks saham sudah tergerus di atas 6%. 

Kejatuhan harga saham ini bukan cuma membuat kinerja saham terperosok. Aset seperti reksadana saham, reksadana campuran pun turut terseret penurunan yang signifikan. Di saat yang sama, harga obligasi terus jatuh melambungkan yield dan mempengaruhi kinerja reksadana beraset dasar obligasi, seperti reksadana pendapatan tetap bahkan reksadana pasar uang. 

Bagi kamu yang selama ini menyebar portofolio investasi di produk-produk pasar finansial pasti sempat senewen melihat kinerja pasar yang memburuk begitu cepat. Namun, penting untuk diingat, naik turun kinerja sebuah aset investasi adalah hal lumrah. Selama pergerakannya masih sesuai dengan asumsi awal kamu, seharusnya tidak ada yang perlu untuk terlalu dikhawatirkan. 

Tapi,  bila saat ini kamu mulai tidak nyaman dengan kinerja aset saham atau reksadana yang kamu miliki, mungkin kamu bisa memikirkan alternatif penempatan aset lain yang lebih aman. Yang terbaru adalah penawaran Obligasi Ritel Indonesia (ORI) 015 atau biasa disebut ORI015, Oktober ini.

Baca Juga : Mau Investasi ORI014? Baca Dulu Serba Serbi Obligasi Ritel Indonesia

Tak kurang dari calon wakil presiden Sandiaga Uno konon berniat memindahkan sebagian portofolio saham dia ke obligasi ritel terbaru ini. Mengutip Suara.com, 5 Oktober lalu, Sandiaga Uno melepas kepemilikan sahamnya di PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) sebesar 51,4 juta lembar saham senilai Rp194,08 miliar. Sandi disebut akan memindahkan dana tersebut ke obligasi ritel ORI015 yang memberikan imbal hasil 8.25%.

Langkah Sandiaga Uno ini, bila memang benar akan dia tempatkan di ORI015, adalah langkah yang sangat rasional bagi seorang investor kawakan seperti dirinya. Ketika kondisi pasar saham gonjang ganjing dan penuh tekanan, cutloss dan mengamankan dana yang kita miliki di instrumen yang lebih aman seperti ORI015 adalah pilihan yang cerdik.

Hitung punya hitung, bila seluruh dana hasil penjualan saham tersebut ditempatkan Sandiaga di ORI015 yang memberikan 8.25% per tahun tersebut, maka setiap bulan Sandiaga bisa mengantongi imbal hasil dari kupon tetap sebesar Rp1,13 miliar. Bila Sandiaga memegang ORI015 tersebut sampai jatuh tempo 36 bulan, maka total keuntungan yang dia kantongi bisa mencapai Rp40,82 miliar. 

Namun, investasi ORI015 dibatasi sebesar Rp3 miliar saja per pemesan. Sehingga, maksimal keuntungan kupon mencapai Rp17,53 juta per bulan atau Rp631,12 juta selama 36 bulan.

Nah, tertarik menempatkan dana di obligasi ritel ORI015? Mari kita melihat lebih jauh serba serbi obligasi ritel Indonesia ORI015. Berikut ini detail penawaran Obligasi Ritel 2018 yaitu ORI015 seperti dikutip dari penjelasan Kementerian Keuangan RI:

Nama Obligasi Negara Ritel Republik Indonesia Seri ORI015
Penerbit Pemerintah Republik Indonesia
Bentuk dan Karakteristik Obligasi negara tanpa warkat, bisa diperdagangkan di pasar sekunder hanya antar investor domestik yang mengacu pada digit ketiga kode Nomor Tunggal Identitas Pemodal (Single Investor Identification/SID)
Masa Penawaran 4 Oktober-25 Oktober 2018
Tanggal Penjatahan 29 Oktober 2018
Tanggal Setelmen 31 Oktober 2018
Tingkat kupon 8.25% per tahun
Tanggal Jatuh Tempo 15 Oktober 2021
Tenor Tiga tahun atau 36 bulan
Holding Period Dua periode pembayaran kupon
Minimum pemesanan Rp1 juta dan kelipatan Rp1 juta
Maksimum pemesanan Rp3 miliar
Pembayaran Kupon Tanggal 15 setiap bulan
Pembayaran Kupon perdana 15 November 2018

Apa, sih, yang dinamakan dengan Obligasi Ritel Indonesia?

Obligasi adalah nama lain dari surat utang. Dengan menempatkan dana di sebuah obligasi, artinya kamu menjadi kreditur atau memberikan pinjaman pada pihak penerbit obligasi. Nah, dengan begitu, bila kamu berinvestasi di obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah, maka artinya kamu menjadi kreditur yang memberikan pinjaman pada negara. 

Sebagai timbal balik, pemerintah selaku debitur yang menerbitkan surat utang tersebut, akan memberikan imbal hasil berupa bunga tetap kepada para pemegang obligasi. Mengapa disebut obligasi ritel? Ini tak lain karena produk obligasi ini memungkinkan seseorang untuk menempatkan dananya dengan nilai unit terkecil mulai Rp1 juta saja.

Baca Juga : Manfaat Asuransi yang Perlu Dipahami agar Kegunaannya Optimal

Umumnya obligasi atau surat utang mensyaratkan penempatan dana minimal Rp5 juta atau di atas itu. Namun, karena obligasi ritel ingin menyasar para investor ritel atau individu, nilai penempatan minimal ditetapkan di nilai terendah yaitu Rp1 juta. Artinya, bila kamu saat ini memiliki dana Rp1 juta dan ingin menjadi investor obligasi, kamu bisa langsung melakukannya.

Sembilan kelebihan berinvestasi di obligasi ritel ORI015

obligasi ritel

Ada banyak kelebihan investasi di obligasi ritel yang perlu kamu ketahui sehingga menjadikan ORI015 sebagai salah satu pilihan investasi paling seksi tahun ini! Berikut ini beberapa kelebihan yang perlu kamu ketahui:

1. Risiko investasi rendah

Obligasi ritel 015 yang dirilis Oktober 2018 ini diterbitkan oleh pemerintah RI. Ini artinya, peminjam dana adalah pemerintah RI sehingga kemungkinan gagal bayar adalah sangat kecil. Gagal bayar atau default hanya bisa terjadi bila pemerintah selaku penerbit obligasi yang berperan sebagai pengutang (debitur) terbukti bangkrut sehingga tidak bisa membayar pinjaman pada para kreditur, dalam hal ini adalah investor ORI.

2. Kupon dan pokok investasi dijamin oleh Undang-Undang

Seperti diungkap di atas, keamanan investasi obligasi ritel ini terbilang lebih tinggi dibandingkan jenis investasi lain seperti obligasi swasta, apalagi saham atau reksadana. Bila kamu menempatkan dana di obligasi ritel yang diterbitkan pemerintah, kamu mendapatkan kepastian bahwa nilai investasi kamu (pokok) dan kupon atau imbal hasil tiap bulan selama periode tenor, dijamin oleh Undang-Undang. 

Jadi, risiko kamu kehilangan modal pokok dan hasil pengembangan aset sangat kecil.

3. Kupon yang ditawarkan jauh di atas rata-rata bunga deposito bank BUMN

Untuk ORI015 ini pemerintah memberikan kupon 8,25%. Tingkat imbal hasil itu cukup jauh di atas rata-rata bunga deposito yang ditawarkan oleh bank-bank BUMN saat ini yang masih berkisar 4%-5,5% saja. Bahkan bila dibandingkan dengan bunga penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang saat ini bertengger di tingkat 6,5%, kupon ORI015 ini masih jauh lebih tinggi.

Bagaimana bila dibandingkan dengan imbal hasil reksadana atau saham? Reksadana saham sebagai contoh, selama semester 1-2018, menurut data Infovesta, kinerjanya tergerus minus 5,98%. Begitu juga kinerja saham yang kurang menggembirakan akibat tekanan pasar finansial. 

Jadi, kupon 8,25% terbilang menarik karena disertai pula “jaminan” bahwa modal investasi juga imbal hasil tetap tidak akan hilang atau habis.

4. Kupon dengan bunga tetap sampai waktu jatuh tempo

Sesuai namanya, obligasi adalah instrumen investasi yang memberikan imbal hasil tetap sesuai tingkat kupon yang diberikan. Jadi, tingkat imbal hasil itu tidak berfluktuasi layaknya harga unit pada reksadana atau harga saham. 

5. Kupon dibayarkan setiap bulan 

Obligasi ritel bisa menjadi sumber pendapatan tetap karena memberikan kupon yang dibayarkan setiap bulan ke rekening penampung yang kamu daftarkan. Jadi, bila kamu tempatkan sejumlah dana di obligasi ritel, dan mendapatkan imbal hasil, katakan senilai Rp1 juta, maka nilai tersebut yang akan kamu terima setiap bulan yaitu setiap tanggal 15.

6. Bisa diperdagangkan di pasar sekunder

Berbeda dengan deposito di mana kamu tidak memiliki opsi memperdagangkan bilyet atau sertifikat deposito di pasar keuangan sekunder, maka obligasi ritel bisa kamu perdagangkan di pasar sekunder. Jadi, kamu berpeluang mendapatkan keuntungan (capital gain) bila mampu menjual dengan harga di atas par atau 100.

7. Dapat dijadikan jaminan pada pihak lain

Ketika kamu berinvestasi di obligasi ritel, kamu bisa menjadikan tanda bukti investasi ORI tersebut sebagai jaminan kredit ke pihak lain. Sebenarnya, bilyet deposito juga bisa dijadikan jaminan pinjaman pada bank. Tapi dengan karakteristik obligasi ritel yang kini bisa memberikan bunga lebih tinggi daripadai deposito, hal ini tentu menjadi keunggulan yang semakin signifikan bila dibandingkan deposito.

8.  Membuka peluang capital gain

Obligasi ritel yang kamu miliki bisa kamu jual atau perdagangkan di pasar sekunder walaupun belum jatuh tempo. Bila kamu bisa menjualnya di atas harga par atau 100, kamu bisa menguntungi keuntungan dari selisih harga beli dahulu.

9. Kesempatan berpartisipasi membiayai pembangunan

Seperti diulas di atas, obligasi ritel 015 yang diterbitkan pemerintah ini menempatkan pemerintah sebagai debitur atau pengutang. Pemerintah membutuhkan dana untuk membiayai pembangunan. Salah satu sumber dana yang menjadi andalan adalah dari utang. Dengan berinvestasi di ORI015 berarti kamu turut berpartisipasi untuk membiayai pembangunan.

Dua pilihan cara berinvestasi di obligasi ritel ORI015

Ada dua pilihan cara berinvestasi pada obligasi ritel ORI015 yang bisa kamu pilih: Yaitu:

  • Hold to maturity (pegang hingga jatuh tempo)

Kamu bisa berinvestasi di produk obligasi ritel Indonesia seperti ORI dan memegangnya sampai jatuh tempo. ORI memiliki tenor 3 tahun. Untuk ORI015 misalnya, akan jatuh tempo pada 15 Oktober 2021. Bila kamu memegang ORI015 sampai tanggal tersebut dan tidak menjualnya ke pasar sekunder, kamu bisa menikmati keuntungan berupa kupon atau imbal hasil tetap setiap bulan selama 3 tahun.

Besar nominal keuntungan yang kamu nikmati bergantung pada nilai investasi yang kamu tanam dan tingkat kupon yang ditetapkan. Misalnya, kamu menempatkan dana Rp1 miliar pada ORI015 yang memberi hasil 8,25%. Maka setiap bulan kamu akan mendapatkan kurang lebih Rp5,84 juta atau setara Rp210,37 juta selama 36 bulan. Itulah besar keuntungan kamu selaku investor ORI015. Kelak saat jatuh tempo, dana pokok investasi kamu senilai Rp1 miliar akan dikembalikan utuh.

  • Jual di pasar sekunder

Walau obligasi ritel memiliki tenor sampai 36 bulan, kamu tidak harus memegangnya sampai jatuh tempo. Kamu bisa menjualnya setelah dua periode kupon telah berlalu. Sebagai contoh, ORI015 akan memberikan kupon perdana pada 15 November 2018, maka kamu bisa menjualnya setelah periode kupon kedua terlewati yaitu pada 15 Desember 2018. Jadi, setelah tanggal 15 Desember 2018 kamu bisa melepas ORI015 ke pasar sekunder.

Baca Juga: Bingung dengan Perhitungan Bunga Deposito? Simak di Sini!

Menjual obligasi berpeluang memberikan untung bila kamu menjualnya di atas harga par. Harga par obligasi adalah 100. Jadi, bila kamu menjualnya di harga 101 atau 102 atau di atas itu, kamu menikmati keuntungan berupa capital gain. Jadi selain modal pokok investasi, kamu juga akan menikmati keuntungan dari selisih beli dan jual ORI015 tersebut.

Pajak bunga obligasi ritel Indonesia dan cara menghitung keuntungan ORI014

Sebagaimana produk obligasi lain, ORI akan terkena pajak bunga obligasi yaitu sebesar 15%. Pajak ini sifatnya final. Imbal hasil yang kamu nikmati dan diberikan langsung ke rekening sudah dipotong pajak. Nah, supaya lebih memahami berapa potensi keuntungan bila berinvestasi di produk obligasi ritel ORI015 ini, mari menyimak simulasi sederhana berikut ini:

Sebagai catatan, simulasi investasi ini mengasumsikan seseorang berinvestasi di obligasi ritel ORI015 sebesar Rp20 juta dengan imbal hasil 8,25% per tahun.

  • Skenario 1 : Pegang sampai jatuh tempo (Hold to maturity)

Kupon 1 tahun = 8,25% x (1-15%)= 7,0125%
Kupon 1 bulan = 7,0125%/12 = 0,584375%
Hasil kupon 1 bulan = Rp20 juta x 0,584375% = Rp116.875 per bulan
Jumlah kupon selama 3 tahun = Rp116.875x 36 bulan = Rp4.207.500
Nilai pokok = Rp20.000.000
Nilai keuntungan berupa kupon = Rp4.207.500
Total pokok + kupon = Rp24.207.500

  • Skenario 2 : Jual dengan asumsi harga di atas par

Hasil kupon 2 bulan = Rp116.875 x 2 = Rp233.750
Capital gain:
Asumsi harga ORI015 di pasar adalah 110, maka = Rp20 juta x (110-100)% = Rp 2.000.000
Total hasil yang diterima = Rp 22.000.000
Total keuntungan = Kupon 2 bulan + Capital Gain = Rp233.750+Rp2.000.000 = Rp 2.233.750
Total pokok + kupon + capital gain = Rp 22.233.750

  • Skenario 3: Jual dengan asumsi harga di bawah par

Skenario ini tidak disarankan karena menjual di bawah harga par kemungkinan besar akan membuat kamu merugi. Hanya saja, ada kalanya kondisi keuangan seseorang membutuhkan kehadiran dana tunai segera. Mencairkan aset, termasuk mungkin yang tersimpan di obligasi ritel Indonesia ORI015 mungkin menjadi pilihan tepat. Yang pasti, sadari bila ada risiko kerugian di langkah ini. Mari melihat simulasinya berikut:

Hasil kupon 2 bulan = Rp116.875 x 2 = Rp233.750
Capital loss:
Asumsi harga ORI015 di pasar adalah 98, maka = Rp20 juta x (98-100)% = (–) Rp400.000
Total hasil yang diterima = Rp19,6 juta
Total pokok + kupon + capital loss = Rp19.833.750

Dari tiga skenario tersebut, terlihat bila cara investasi obligasi ritel ORI015 yang paling menguntungkan adalah pilihan pertama yaitu memegang obligasi ritel ORI015 sampai jatuh tempo. Pilihan menjual obligasi ritel Indonesia ORI015 bisa menguntungkan selama harga jual ORI015 bisa jauh di atas harga par. Nah, tertarik berinvestasi di ORI015? Lekas datangi agen penjual sebelum penutupan masa penawaran 25 Oktober 2018 nanti.

https://www.halomoney.co.id/id

Ruisa Khoiriyah

Tentang Penulis: Ruisa Khoiriyah

Former Finance Journalist, Writer and Editor, Financial Blogger and Lifelong Learner. Selalu ingin berbagi hal yang berguna, praktis dan bisa memberi nilai lebih bagi para pembaca, terutama seputar pengelolaan keuangan pribadi dan kampanye literasi finansial. Ruisa bisa dihubungi di ruisa@halomoney.co.id.