Millennials Hobi Traveling? Begini Cara Biayai Liburan dengan Investasi Jangka Pendek

|Posted by | Investasi, Kebiasaan Keuangan, Liburan, Lifestyle, Travelling
Tags: , , , , , ,

Traveling bagi generasi milenials sudah menjadi kebutuhan wajib.  Namun, jangan sampai hobi traveling mengalahkan kebutuhan untuk persiapan hari depan. Kamu bisa investasi jangka pendek untuk membiayai kebutuhan traveling dan tetap menabung untuk pos lain!

You Only Life Once (YOLO) yang memiliki arti hidup cuma satu kali. Pepatah ini sering dijadikan sebagai pedoman hidup oleh generasi milenials. Hidup yang cuma satu kali membuat kita ingin menikmatinya sebisa mungkin. Biasanya orang-orang yang menerapkan prinsip hidup YOLO akan cenderung lebih suka menghabiskan uangnya untuk traveling ketimbang investasi karena dengan traveling mereka bisa mendapat pengalaman baru yang tidak pernah didapat sebelumnya seperti berkenalan dengan kebudayaan setempat, mencoba kuliner tradisional daerah tersebut, dan lain sebagainya.

Generasi milenials yang menerapkan prinsip hidup YOLO memiliki pemikiran kalau berinvestasi untuk masa depan tidaklah terlalu penting karena masa tua bisa dipikirkan nanti, yang penting adalah masa sekarang. Ibaratnya, mereka tidak mau ambil pusing dan hanya ingin menikmati hidupnya saat ini saja. Hayo, siapa di antara kamu yang seperti itu?



Manfaat Traveling (phinemo.com)

Supaya bisa membandingkan keduanya, kamu harus melihat dari segi manfaat yang didapat dari traveling dan investasi. Seperti yang kamu ketahui, investasi memiliki manfaat dan tujuan supaya masa depan kita bisa lebih cerah dan terjamin sehingga ketika sudah memasuki usia senja, kita memiliki dana yang bisa digunakan untuk menyokong kebutuhan hidup. Jadi selama masih dalam usia masa produktif, kita selalu disarankan menyisihkan dana untuk investasi agar masa tuanya tidak perlu capek bekerja keras lagi.

Lalu apa manfaat dari traveling? Bagi orang-orang yang sering traveling, mereka memiliki tingkat stres yang jauh lebih rendah dan merasa hidupnya jaub lebih bahagia. Hal ini dikarenakan ketika traveling, kamu bisa berlibur dengan mengistirahatkan otak dari beban masalah dan rutinitas pekerjaan kantor sehari-hari. Setelah melakukan traveling dan kembali pada rutinitas, produktivitas dan kinerja kerja akan lebih optimal. Jadi traveling bukanlah semata-mata hanya untuk menghamburkan uang saja, tapi juga ada banyak manfaat tak kasat mata yang ada di baliknya.

Traveling dan investasi juga bisa berjalan berdampingan

Manfaat Traveling (www.latestnews.sg)

Ketika disuruh memilih salah satu antara traveling atau investasi, pasti banyak di antara kita yang tidak bisa menentukan pilihan karena keduanya sama-sama memiliki manfaat yang baik untuk diri kita. Sebenarnya kita tidak perlu menentukan pilihan karena traveling dan investasi sama-sama penting untuk dilakukan. Bukankah lebih baik kalau kita melakukan keduanya? Di satu sisi, kamu masih tetap bisa mendapatkan masa depan yang aman dengan adanya investasi, di satu sisi lagi kamu bisa terhindar dari rasa depresi dan stres akibat rutinitas sehari-hari.

Dengan melakukan keduanya secara berdampingan, maka kamu bisa mendapatkan kebahagiaan di masa produktif dengan traveling dan juga kebahagiaan di masa tua karena adanya investasi yang sudah kamu lakukan.

Tips mengatur dana untuk traveling dan investasi

Supaya traveling dan investasi bisa berjalan berdampingan, pastinya kamu harus mengatur keuangan dengan benar. Lantas bagaimana cara kita mengaturnya? Coba kamu simak dulu tips dari HaloMoney.co.id di bawah ini!

1. Hitung jatah anggaran traveling dan investasi

Melakukan Perhitungan Setiap Bulan (www.cheatsheet.com)

Hal pertama yang wajib kamu lakukan untuk mengatur dana traveling dan investasi adalah dengan menghitung berapa anggaran yang harus disisihkan dari penghasilan bulanan. Tapi untuk mengetahuinya, mau tak mau kamu harus menghitung berapa pengeluaran bulananmu. Agar lebih jelasnya lagi, coba kita lakukan simulasi terlebih dahulu. Misalkan saja, penghasilan bulananmu mencapai Rp10 juta. Lalu biaya-biaya yang perlu kamu keluarkan per bulan adalah:

  • Biaya kost atau kontrakan Rp1 juta
  • Biaya makan Rp1 juta
  • Biaya transportasi Rp800 ribu
  • Biaya listrik Rp250 ribu
  • Biaya pulsa Rp250 ribu
  • Biaya lifestyle Rp300 ribu
  • Biaya cicilan seperti kartu kredit, kredit pemilikan rumah (KPR), kredit kendaraan bermotor (KKB), dan lain sebagainya mencapai Rp3 juta

Total biaya yang harus dikeluarkan per bulan adalah Rp6,6 juta.

Setelah menghitung semua biaya bulanan, maka kamu bisa mengetahui sisa dana yang akan dialokasikan untuk traveling dan investasi. Jika penghasilan bulanan adalah Rp10 juta, maka sisa dana yang didapat adalah Rp10 juta – Rp6,6 juta = Rp3,4 juta. Supaya nantinya kehidupanmu jadi seimbang pada masa produktif dan masa pensiun, maka kamu harus membagi dua secara rata sisa dana tersebut menjadi Rp3,4 juta : 2 = Rp1,7 juta.

2. Buat tabungan terpisah untuk traveling dan investasi

Menyimpan Uang untuk Liburan (www.vervemagazine.in)

Setelah mengetahui berapa jatah anggaran dana untuk traveling dan investasi, ketika kamu menerima gaji bulanan, maka langsung sisihkan agar dananya tidak tercampur dengan keperluan yang lain. Berhubung traveling dilakukan tidak setiap bulan, maka dana traveling sebaiknya ditabung secara terpisah. Lebih bagus lagi kalau kamu membuka tabungan berencana agar dana tidak bisa diambil sewaktu-waktu. Hal yang sama bisa kamu lakukan untuk dana investasi.

3. Rencanakan traveling dari jauh-jauh hari

Membuat Itinerary Liburan (www.zeepod.io)

Kamu pasti sudah sering mendengar tips-tips untuk menghemat biaya traveling dengan cara merencanakannya jauh-jauh hari. Sebenarnya dengan merencanakan traveling dari jauh-jauh hari, kamu tidak hanya bisa menghemat biaya traveling, tapi juga bisa membuat persiapan travelingmu jadi lebih matang dan juga menghindari terpakainya dana untuk keperluan yang lain.

Misalkan saja di bulan ini jatah dana untuk traveling sebesar Rp1,7 juta kamu pergunakan untuk memesan tiket pesawat, pada bulan depan dipergunakan untuk memesan hotel, dan pada bulan berikutnya dipergunakan untuk membeli perlengkapan yang akan dibawa. Dengan begitu ketika kamu akan berangkat traveling, kamu cukup menyisihkan dana untuk uang saku selama di perjalanan.

Ingin lebih berhemat lagi supaya bisa lebih sering traveling? Kamu bisa mengikuti open trip yang biasanya diikuti 5-10 orang lebih peserta. Dengan begitu, biaya yang dikeluarkan menjadi lebih murah karena bisa dibagi rata.

4. Cari investasi yang sesuai

Tips selanjutnya adalah mencari investasi yang sesuai dengan dana yang kamu miliki. Jika per bulannya kamu bisa menyisihkan dana hingga Rp1,7 juta, lalu apa jenis investasi yang bisa dilakukan? Disarankan untuk memilih investasi jangka pendek karena dana yang disisihkan jumlahnya tidak terlalu banyak. Ada banyak jenis investasi jangka pendek untuk kamu pilih, yaitu:

  • Investasi emas

Mengecek Harga Emas (jambi.tribunnews.com)

Investasi jangka pendek yang paling banyak dilirik adalah investasi emas karena mudah dilakukan. Disarankan untuk memilih investasi emas jenis logam mulia dibanding emas perhiasan yang nilai jualnya bisa menurun. Saat ini harga emas logam mulia dipatok seharga Rp671 per gramnya. Tapi saat berinvestasi emas, pastikan kalau kamu memiliki tempat penyimpanan emas yang aman ya!

  • Investasi deposito

Selanjutnya ada jenis investasi jangka pendek deposito yang juga tergolong mudah karena sistemnya mirip dengan tabungan. Hanya saja bunganya jauh lebih tinggi dan dana tidak bisa diambil sewaktu-waktu karena harus menunggu tanggal jatuh tempo. Kisaran minimum dana deposito yang harus diberikan berbeda-beda tergantung dari kebijakan masing-masing bank. Tapi rata-rata mensyaratkan minimal Rp8 juta atau Rp10 juta. Jadi mau tak mau kamu harus menabung beberapa bulan terlebih dahulu supaya bisa menginvestasikan danamu untuk deposito.

  • Investasi reksadana

Reksadana (www.most.co.id)

Untuk jenis investasi jangka pendek selanjutnya ada reksadana yang tidak perlu repot menjalankannya karena ada Manajer Investasi (MI) yang akan membantu dan membimbingmu untuk memilih dan mengelola investasi reksadana tersebut. Investasi reksadana ini memiliki beberapa jenis, yaitu reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana saham, reksadana indeks, dan reksadana campuran. Kelebihan dari reksadana adalah minimal dana yang disetorkan sangat fleksibel. Ada yang kisarannya ratusan ribu hingga jutaan rupiah tergantung dari bank yang kamu pilih.

Hidup jadi lebih bahagia dan terencana dengan traveling dan investasi

Dengan melakukan traveling dan investasi secara berbarengan, maka hidupmu bisa menjadi lebih terencana. Jadi, mulai sekarang segera lakukan keduanya ya Moneysavers supaya kamu bisa merasakan kebahagian di masa muda dan hari tua nanti. Selamat melakukan traveling dan berinvestasi!

Merna Arini Nurizzati

Tentang Penulis: Merna Arini Nurizzati

Full Time Dreamer, Part Time Writer. Book & Food Blogger.