Melahirkan dengan BPJS Kesehatan, Simak Caranya di Sini

|Posted by | Tips Keluarga
Tags:

melahirkan_dengan_bpjs_kesehatan

Melahirkan dengan BPJS Kesehatan sangat mudah. Fasilitas ini akan  membantu meringankan kondisi keuanganmu dalam menyambut kehadiran si buah hati ke dunia. Bunda, kamu bisa mengikuti langkah berikut ini agar proses persalinanmu berjalan lancar.

Bunda telah menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan sedang mengandung? Sebaiknya manfaatkan fasilitas pemeriksaan jalan hingga persalinan normal dan cesar yang disediakan BPJS Kesehatan. Semua layanan ini akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan, loh.

Selain bisa menghemat cukup besar biaya kesehatan, fasilitas ini mudah diikuti dan bisa digunakan di berbagai rumah sakit terdekat di daerahmu. Karena itu, jika kamu belum menjadi peserta, sebaiknya kamu segara mendaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan melalui kantor tempat kamu bekerja atau suamimu bekerja, atau melalui jalur perseorangan jika kamu wiraswasta atau freelance.

Sebaiknya kamu mempelajari rosedur penggunaan kartu bpjs untuk melahirkan harus dipahami dengan benar, agar biaya untuk proses melahirkan bisa ditanggung sepenuhnya oleh bpjs kesehatan. Berikut ini cara melahirkan dengan BPJS Kesehatan berdasarkan ketentuan BPJS dan pengalaman tim Halomoney.co.id.

1. Prosedur Melahirkan dengan BPJS

Agar biaya persalinan dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan, kamu perlu mengikuti prosedur persalinan yang sudah ditentukan. Berikut ini ketentuan umum persalinan dengan BPJS Kesehatan:

  • Proses melahirkan normal akan diprioritaskan di Faskes tingkat 1 (puskesmas atau klinik yang tertera di kartu BPJS Kesehatan). Jika di faskes tingkat 1 yang dipilih tidak memiliki fasilitas persalinan, maka kamu akan dirujuk ke bidan yang sudah bekerjasama dengan faskes tingkat 1 tersebut. Jika ke-2 nya tidak tersedia, pasien akan dirujuk ke rumah sakit di wilayahmu.
  • Ibu hamil dapat memeriksakan kehamilannya dan memonitor perkembangan ibu dan bayi yang dikandungnya. Pemeriksaan ibu hamil dan bayi di dalam kandungan dapat dilakukan di klinik faskes tingkat pertama dengan bidan. Umumnya di faskes tingkat 1 tidak ada fasilitas pemeriksaan USG. Jika kamu ingin periksa USG, kamu minta surat rujukan ke rumah sakit.
  • Surat rujukan ini berlaku selama satu bulan dan tiga kali pemeriksaan di rumah sakit yang kamu ingin kunjungi. Jadi kamu tidak perlu bolak-balik membuat surat rujukan. Bulan berikutnya kamu bisa membuat surat rujukan yang baru.
  • Selain memeriksa ultrasonografi atau USG, kamu bisa sekalian memeriksa ke dokter kandungan dan mendapatkan obat atau vitamin yang dibutuhkan. USG, konsultasi dokter, dan obat di rumah sakit, akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
  • Jika dokter/bidan memprediksi persalinan tidak bisa ditangani dengan normal karena ada penyilit atau ada kendala medis lainnya, seperti bayinya sungsang, sedangkan jadwal melahirkan sudah dekat, maka tanpa diminta pun dokter/bidan akan menerbitkan surat rujukan ke rumah sakit sejak dini/ untuk antisipasi. Dengan kondisi itu, kamu punya alasan kuat untuk menjalani persalinan di rumah sakit dengan cesar di rumah sakit.

Jadi kesimpulannya, jika bumil diprediksi lahiran normal, maka akan diprioritaskan di faskes tingkat 1, rujukan ke rumah sakit akan diberikan jika di faskes tingkat 1 tidak tersedia fasilitas untuk persalinan dan juga tidak memiliki kerjasama dengan bidan jejaring walaupun persalinan normal.

2. Cara Mendapatkan Surat Rujukan

Image result for contoh surat rujukan ibu hamil

Berikut ini empat hal yang perlu kamu ketahui tentang surat rujukan ke rumah sakit untuk ibu hamil peserta BPJS Kesehatan:

  • Kamu meminta surat rujukan pada saat kamu memeriksakan kesehatan bayi dengan bidan atau dokter kandungan di klinik faskes tingkat 1. Kamu dapat meminta dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan USG. Di klik faskes 1, biasanya hanya memeriksa kesehatan ibu hamil dan bayinya tanpa disertai pemeriksaan USG.
  • Kamu dapat meminta dirujuk ke dokter langganan di rumah sakit tempat dokter tersebut praktik. Bahkan di beberapa kasus, kamu bisa dirujuk ke dokter di rumah sakit yang berbeda kota/kabupaten. Sepanjang bidan atau dokter memberi persetujuan di surat rujukan, keinginan tersebut bisa dilakukan, kok.
  • Surat rujukan ini dikeluarkan oleh staf bagian pendaftaran di faskes 1, setelah mendapatkan referensi dari dokter atau bidan yang memeriksa kamu sebelumnya. Surat rujukan dari faskes 1 ke rumah sakit rujukan berlaku selama satu bulan untuk tiga kali pemeriksaan.
  • Dalam pemeriksaan pertama di rumah sakit, biaya jasa dokter, pemeriksaan dengan USG, dan obat, akan ditanggung oleh BPJS alias gratis. Pada pemeriksaan kedua dan ketiga, hanya jasa dokter yang ditanggung oleh BPJS. Artinya kamu harus membayar sendiri biaya obat dan pemeriksaan USG.

Baca juga: Cara Registrasi Ulang Kartu SIM Semua Operator dan Solusi Jitu Jika Gagal

3. Persyaratan Dokumen di Rumah Sakit

Persyaratan dokumen yang harus dibawa pada saat memeriksa kesehatan ibu hamil dan bayi di dalam kandungannya adalah:

  • Asli dan fotocopy KTP ibu hamil (bisa dengan surat keterangan e-KTP jika e-KTP belum ada).
  • Asli dan fotocopy Kartu BPJS Kesehatan ibu hamil.
  • Asli dan fotocopy kartu keluarga
  • Surat rujukan dari Faskes 1
  • Buku kesehatan/pemeriksaan ibu & bayi

4. Ketentuan melahirkan di Rumah Sakit dengan BPJS Kesehatan

  • Ibu hamil dapat langsung menuju ke bagian pendaftaran di rumah sakit. Biasanya ada petugas di rumah sakit yang khusus menerima pendaftaran bagi peserta BPJS Kesehatan, termasuk pasien ibu hamil.
  • Saat mendaftar, kamu menyerahkan surat rujukan dan dokumen lainnya. Kamu menyerahkan dokumen asli dan fotokopi. Nantinya dokumen asli akan dikembalikan setelah proses pendaftaran selesai.
  • Setelah mendaftar, kamu menuju ruang tunggu untuk memeriksa kesehatan dengan dokter yang dituju. Jika kamu akan melahirkan, kamu akan langsung menuju ruang melahirkan. Untuk melahirkan, peserta BPJS Kesehatan biasanya telah menetapkan tanggal kelahiran bersama dokter satu atau dua minggu sebelumnya.

Sedangkan untuk Kondisi ibu hamil dalam keadaan gawat darurat, surat rujukan tidak diperlukan, dan Ibu bisa langsung datang ke rumah sakit menuju bagian emergency kebidanan. Ibu hamil yang akan melahirkan dalam keadaan gawat darurat akan ditangani sebagai peserta BPJS Kesehatan. Ketentuan ini berlaku untuk proses persalinan normal maupun operasi caesar.

BPJS akan menanggung biaya persalinan tanpa ada batas jumlah kehamilan. Maksudnya adalah kamu hamil/melahirkan anak keberapapun, kamu bisa menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan, dan tidak dibatasi oleh status kepesertaan.

Baca juga: Cara Mudah Pindah Faskes BPJS Kesehatan

5. Mendaftarkan Bayi

Sebaiknya kamu segara mendaftarkan bayi yang ada di dalam kandunganmu sebagai peserta BPJS Kesehatan. Harapannya, jika ada gangguan kesehatan pada si bayi pada saat lahir, BPJS Kesehatan akan ikut menanggung biayanya.

Proses mendaftarkan bayi sangat mudah. Yakni:

  1. Ibu hamil yang menjadi peserta BPJS Kesehatan dari jalur perseorang atau mandiri, dapat  mendaftarkan bayi yang masih dikandungnya ke BPJS Kesehatan beberapa bulan sebelum hari kelahiran.
  2. Sedangkan ibu hamil peserta BPJS Kesehatan dari jalur perusahaan mendaftarkan bayinya begitu lahir. Langkah pertama ialah mengurus surat keterangan lahir di rumah sakit tempat kamu melahirkan. Biasanya proses pengurusan surat ini dikerjakan oleh bagian perawatan bayi dan prosesnya cukup cepat: hanya satu hari kerja. Selanjutnya surat keterangan lahir tersebut diberikan ke HRD perusahaan untuk didaftarkan ke BPJS Kesehatan.
  3. HRD perusahaan akan mengurus dalam waktu beberapa jam saja. BPJS Kesehatan akan mengirimkan nomor peserta berikut kartunya dalam format digital dalam email. Rumah sakit hanya menerima kartu peserta BPJS Kesehatan milik bayimu dalam bentuk fisik. Sehingga kamu perlu mencetaknya di bagian fotokopi yang melayani pembukaan email sekaligus print.
  4. Setelah kamu memilik kartu BPJS Kesehatan milik bayimu, segera melapor ke bagian pendaftaran peserta BPJS Kesehatan di rumah sakit.

Demikianlah tips buat kamu untuk mendapatkan fasilitas melahirkan dengan BPJS Kesehatan. Bila artikel ini kamu nilai bermanfaat, jangan lupa membaginya kepada kawan, kolega dan kerabatmu, ya!

 

Simak lebih banyak tips pengaturan keuangan dan strategi berhemat lebih banyak di sini. Di situs Halomoney.co.id, kamu juga bisa mengajukan diri menjadi  nasabah dan menemukan produk Kartu Kredit dan Kredit Tanpa Agunan (KTA) dari berbagai bank penyedia.

Ajukan pinjaman tanpa agunan untuk kebutuhan mendadak di HaloMoney.co.id, klik di sini:

KTA via Halomoney.co.id

Umar Idris

Tentang Penulis: Umar Idris

Penulis masih suka mengikuti perkembangan ekonomi makro, investasi, dan industri keuangan, sesuai minatnya saat masih menjadi editor di Gramedia Group. Penulis bisa dihubungi melalui umar@halomoney.co.id atau @umaridriss