Jangan Asal Transfer Uang: Kenali Perbedaan LLG dan RTGS dan Online

|Posted by | Kebiasaan Keuangan, Kolom Perencana Keuangan, Transaksi Nontunai
Tags: , , , , , ,

Transfer uang adalah hal yang akan sangat sering kita lakukan untuk kelancaran transaksi. Ada banyak pilihan metode transfer uang yang perlu kamu tahu yaitu RTO, LLG dan RTGS. Yuk, pahami perbedaan masing-masing!

Kegiatan transaksi keuangan zaman sekarang sangat membutuhkan kelancaran transfer uang. Terlebih ketika orang sudah jarang bertransaksi tunai. Ditambah lagi kehadiran e-commerce yang membuat langkah transfer uang sangat menentukan kelancaran transaksi jual beli. Beruntung saat ini hampir semua bank menyediakan fasilitas mobile banking dan internet banking. Transfer pun bisa dilakukan cukup melalui gadget di tangan tanpa perlu datang ke kantor bank atau ke mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM). 

Namun, tahukah kamu kalau transfer uang pun memiliki banyak pilihan metode? Mungkin kamu sering mengalami ketika mentransfer uang atau menunggu transfer uang dari pihak lain, namun tak juga berhasil segera. Ini bisa jadi karena metode transfer yang dipilih memang bukan yang real time atau sesegera mungkin. 

Maka itu, supaya lebih jelas, kamu perlu mengetahui lebih jauh tentang jenis dan pilihan metode transfer uang. Selain memiliki perbedaan konsumsi waktu, metode transfer yang berbeda juga mempengaruhi segi biaya, lho. 

Berikut ini beberapa jenis pilihan metode transfer uang di perbankan:

1. Lalu Lintas Giro (LLG)

Transfer LLG (karirnews.com)

Lalu Lintas Giro atau LLG adalah metode transfer uang antar bank yang melalui proses kliring terlebih dulu. Kliring merupakan proses pengecekan yang dilakukan oleh bank untuk apakah saldo rekening milik kamu memadai untuk melakukan transfer antar bank. Proses pengecekan ini dibutuhkan waktu 2-3 hari kerja. Jadi, bila kamu melakukan transfer uang di hari Jumat, maka dana bisa sampai di rekening penerima pada hari Selasa atau Rabu. Ini karena waktu yang dibutuhkan terjeda oleh hari Sabtu dan Minggu yang bukan merupakan hari kerja bank.

Proses kliring yang lama bisa disebabkan oleh dua hal, yakni bank pengirim (rekening milikmu) harus mengirimkan dananya kepada Bank Indonesia (BI) terlebih dahulu, baru kemudian dilanjutkan kepada rekening penerima. Penyebab kedua disebabkan karena proses kliring ini harus sesuai dengan jadwal yang dimiliki masing-masing bank sehingga waktu pengerjaannya kurang fleksibel.

2. RTGS (Real Time Gross Settlement)

Transfer RTGS (tribunnews.com)

Setelah LLG, ada juga pilihan metode transfer uang dengan RTGS atau singkatan dari Real-Time Gross Settlement. Metode transfer RTGS sebenarnya tidak terlalu berbeda dengan LLG. Namun, ada tiga hal yang membuatnya berbeda. Pertama, perbedaan waktu sampai. Apabila kamu memilih RTGS maka dana yang ditransfer akan lebih cepat sampai di rekening penerima di hari yang sama. Hanya saja, walau bisa sampai di hari yang sama, biasanya sistem transfer RTGS tetap membutuhkan waktu (tidak seketika diterima). Umumnya proses memakan waktu antara 3 hingga 4 jam.

Nah, bila kamu melakukan transfer antar bank dengan RTGS setelah pukul 15.00, maka kemungkinan dana akan diterima hari berikutnya. Ini disebabkan jam operasional bank hanya sampai pukul 15.00. Hal yang sama juga berlaku jika kamu transfer pada tanggal 30 atau 31 karena di tanggal tersebut adalah tanggal tutup buku yang dilakukan bank setiap bulannya.

Kedua, perbedaan nominal transfer. Metode transfer LLG mensyaratkan minimal transfer adalah Rp10 juta dan maksimal Rp100 juta per transaksi. Adapun RTGS mensyaratkan minimal transfer Rp100 juta dan maksimum hingga ratusan juta per transaksi. Jadi, RTGS cocok bagi kamu yang membutuhkan transfer uang cepat dalam nilai besar.

Ketiga, biaya transfer. Transfer dengan RTGS biaya transfernya lebih mahal ketimbang LLG. Di beberapa bank biaya transfer RTGS rata-rata dikenakan biaya Rp25.000 hingga Rp50.000. Sebaliknya bila transfer memakai LLG, biayanya jauh lebih murah yaitu mulai Rp5.000 hingga Rp15.000 per transaksi.

O, ya, transfer LLG ataupun RTGS saat ini bukan cuma tersedia di kantor bank. Hampir semua bank sudah menyediakan pilihan transfer LLG atau RTGS itu dalam menu mobile banking atau internet banking mereka. Jadi, kamu tinggal sesuaikan dengan kebutuhan.

3. RTO (Real Time Online)

Perbedaan Transfer RTO(indonesiana.tempo.co)

Terakhir ada sistem transfer RTO yang menjadi sistem pengiriman antar bank tercepat dibanding LLG dan RTGS. Dana yang ditransfer bisa langsung diterima pada waktu yang sama. Kamu bisa memilih metode transfer online ini bukan hanya melalui ATM, tapi juga bisa melalui internet banking atau mobila banking.

Hanya saja, untuk sistem transfer uang via RTO ini, bank membatasi nominal transfer sebesar Rp25 juta saja per hari per rekening. Jadi, bila kamu butuh mentransfer uang di atas Rp25 juta, metode ini jelas tidak tepat. Lebih baik memilih LLG atau RTGS saja. Sebaliknya, bila kamu butuh mentransfer uang cepat dalam nominal tidak terlalu besar, RTO adalah pilihan yang tepat. 

Sama halnya dengan LLG atau RTGS, transfer antar bank dengan metode RTO ini dikenakan biaya. Biayanya beragam mulai Rp4.000 sampai Rp7.500.

Trik menghemat biaya transfer uang

Transfer uang antar bank di Indonesia bila dilakukan dalam frekuensi yang tinggi, lama-lama bisa membuat kantong jebol. Maklum, biaya transfer uang antar bank di Indonesia cukup besar. Seperti kamu lihat di atas, setiap metode transfer selalu mengenakan biaya transfer yang tidak sedikit. Bayangkan saja bila dalam satu bulan kamu harus mentransfer secara rutin ke 10 nomer rekening yang berbeda-beda. Asumsikan saja kamu memakai metode transfer RTO dengan biaya Rp7.500 per transaksi. Dalam satu bulan, kamu harus mengeluarkan biaya Rp75.000 hanya untuk biaya transfer uang. Dalam setahun, biaya itu sama dengan Rp900.000, lho! Gede juga, kan?

Nah, supaya bisa lebih menghemat biaya transfer antar bank, kamu bisa menerapkan beberapa trik mudah ala HaloMoney.co.id ini:

1. Pilih rekening bank populer

Memiliki dua rekening (detik.net.id)

Bila kamu memiliki rekening bank yang populer, besar kemungkinan orang lain juga memiliki rekening tersebut. Sehingga saat kamu harus mentransfer uang ke yang bersangkutan, kamu tidak perlu melalukan transfer antar bank. Di Indonesia, rekening bank yang paling populer paling tidak ada 4 yaitu BCA, Bank Mandiri, BNI dan BRI. 

Kamu bisa memiliki dua rekening sekaligus, pilih yang paling populer dan gunakan untuk transfer uang sesuai rekening tujuan. 

2. Miliki rekening dengan fitur bebas biaya transfer

Saat ini ada banyak bank yang menawarkan fitur bebas biaya transfer. Fitur itu terutama ditawarkan untuk produk digital bank yang tengah hits seperti saat ini. Keuntungan fitur bebas biaya transfer tentu saja bisa membantu kamu menghemat biaya. Walaupun biasanya bank juga membatasi kuota transaksi yang bebas biaya transfer. 

Lumayan, juga, kan, memanfaatkan promo fitur seperti ini. Setidaknya biaya transfer uang bisa kamu tekan sampai batas waktu tertentu. 

3. Gunakan aplikasi bebas transfer

Cara ini juga bisa kamu tempuh demi menghemat biaya transfer uang antar bank. Kemunculan startup financial technology bisa memudahkan kamu untuk bertransaksi lebih efisien dan hemat. Ada banyak fintech yang mengkhususkan diri menggarap segmen ini: yaitu memfasilitas nasabah-nasabah bank yang hendak transfer antar bank namun enggan terkena biaya. Sebut saja, aplikasi FLIP, dan lain sebagainya.

4. Gunakan fasilitas ATM jaringan

Jaringan ATM bersama (ptrifanfinancindoberjangkablog.weebly.com)

Trik yang kedua, kamu bisa menggunakan fasilitas ATM yang memiliki kerjasama atau tergabung dalam satu layanan ATM yang sama seperti ATM Bersama, ATM Link, ATM Prima, dan ATM Alto. Dengan menggunakan fasilitas ATM jaringan, maka biaya transfer akan jadi lebih murah. Untuk bank-bank yang tergabung dalam jaringan ATM Bersama adalah BRI, BNI, Bank Mandiri, CIMB Niaga, OCBC NISP, Bank Permata, Standard Chartered, BRI Syariah, HSBC, Citibank, Bank Danamon, BII, Commonweatlh Bank, Bank Bukopin, Bank Mega, Bank Panin, BTN, Bank DKI, Bank Jabar, Bank Jatim, Bank Jateng, dan beberapa bank daerah lainnya.

Untuk jaringan ATM Link hanya ada Bank BNI, BRI, Mandiri, dan BTN. Sementara untuk jaringan ATM alto terdiri dari Bank DBS Indonesia, BTN, Bank Danamon, BCA, Bank Artha Graha Internasional, Bank DKI, Maybank, Bank Panin, Bank Permata, dan Citibank. Sedangkan untuk jaringan ATM Prima, bank yang bergabung sangat banyak sekali. Mulai dari BCA, Bank Bukopin, Bank Mandiri, Bak Mega, Bank Permata, BRI, Bank Sinarmas, Bank UOB, Bank BJB, CIMB Niaga, dan masih banyak lagi.

Jika kamu tidak tahu rekening bankmu tergabung dalam jaringan ATM apa saja, kamu bisa melihat bagian belakang kartu debit milikmu. Biasanya pada bagian belakang kartu debit ada logo jaringan ATM yang bisa kamu pergunakan untuk melakukan transaksi dengan mesin ATM. Rata-rata setidaknya ada satu hingga dua jaringan ATM yang bisa kamu pergunakan.

5. Setor tunai ke bank tujuan melalui teller

Setor Tunai ke Bank (dutaperbankan.com)

Trik lainnya jika kamu ingin biaya transfer yang murah dan juga cepat sampai, maka kamu bisa menyetorkan secara tunai dana yang akan kamu transfer melalui teller bank tujuan. Memang trik ini tergolong sedikit merepotkan karena kamu harus mendatangi kantor bank tujuan dan harus rela mengantri terlebih dahulu. Tapi jika kamu memiliki waktu luang, kenapa tidak? Dengan menyetorkan dana tunai ke bank tujuan langsung melalui teller, kamu tidak akan dikenakan biaya sama sekali.

Sekarang kamu mengetahui apa saja sistem transfer antar bank yang bisa kamu pergunakan, mulai dari kelebihan dan kekurangannya. Dengan begitu, kamu bisa membandingkan mana yang paling yang paling menguntungkan dan sesuai dengan kebutuhanmu dan kondisi finansialmu. Supaya kamu bisa mendapatkan informasi terkini mengenai dunia perbankan lainnya, selalu kunjungi situs HaloMoney.co.id atau subscribe newsletter dengan mengklik banner yang ada di bawah ini!

Merna Arini Nurizzati

Tentang Penulis: Merna Arini Nurizzati

Full Time Dreamer, Part Time Writer. Book & Food Blogger.