Inilah Hal Penting yang Perlu Kamu Pelajari sebelum Membuka Deposito BCA

|Posted by | Investasi, Kebiasaan Keuangan, Tips Keluarga
Tags: , ,

Deposito adalah salah satu jenis produk bank yang paling digemari di Indonesia.  Bila kamu hendak menyimpan dana dan mendapat return tetap, kenali di sini deposito BCA.

Masyarakat Indonesia selama ini terkenal sebagai masyarakat yang cukup konservatif dalam berinvestasi atau mengembangkan aset. Alih-alih memutar aset di produk pasar finansial seperti saham, reksadana atau produk finansial lain, orang Indonesia sejak lama lebih happy menempatkan dana simpanan mereka di produk seperti deposito di perbankan.

Deposito menjadi salah satu dari 3 trio produk investasi favorit orang Indonesia, berdampingan dengan emas dan properti. Sebenarnya, deposito perbankan agak sulit disebut sebagai produk investasi bila kita menilik pada tingkat bunga atau imbal hasil yang ditawarkan. Asal tahu saja, rata-rata bank saat ini memberikan bunga simpanan berjangka atau deposito di kisaran 5%-6%. Jarang bank yang memberikan bunga hingga di atas 7% kecuali untuk nasabah special rate dengan nilai simpanan miliaran rupiah.

Dengan tingkat imbal hasil sebesar itu, agak sulit menggolongkan deposito sebagai produk investasi. Pasalnya, lebih dari 10 dekade tingkat inflasi di Indonesia di atas 6%. Dengan begitu, ketika kita menempatkan dana di sebuah instrumen yang tidak mampu tumbuh melampaui inflasi, instrumen tersebut sulit disebut sebagai produk investasi. 

Tapi bukan tanpa alasan mengapa deposito menjadi favorit bagi mayoritas masyarakat Indonesia. Ini tak lain karena deposito memungkinkan si pemilik dana mendapatkan imbal hasil bunga secara rutin dan tetap dan tidak menanggung risiko kehilangan dana pokok simpanan yang ditempatkan di produk tersebut. Saat ini Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hanya memberikan jaminan pada simpanan bernilai maksimal Rp2 miliar.

Baca Juga : Bingung dengan Perhitungan Bunga Deposito? Simak di Sini!

Nah, bagaimana, sih, aturan main deposito ini? Cara kerja deposito mirip dengan tabungan, di mana nasabah nantinya dapat menyimpan uang dalam jangka waktu tertentu. Hanya saja bunga yang ditawarkan lebih tinggi dibandingkan rekening tabungan biasa.

Sebagai ganti dari penawaran suku bunga yang lebih tinggi, nasabah tidak diperbolehkan untuk menarik uang yang terdapat di dalam rekening sebelum tanggal jatuh tempo yang telah disetujui di awal pembukaan rekening. Jangka waktu penyimpanan bisa dipilih oleh nasabah. Biasanya bank menawarkan jangka waktu simpanan mulai dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, hingga 24 bulan.

Setelah nasabah memilih jangka waktu penyimpanan, maka dana yang didepositokan tidak dapat dicairkan hingga jangka waktu tersebut. Misalnya kamu membuka rekening deposito bank BCA dan memilih waktu penyimpanan hingga 12 bulan. Uang yang dimasukkan ke dalam rekening deposito nantinya akan terkunci hingga 12 bulan berlalu.

Setelah jatuh tempo, nasabah baru bisa mencairkan uang yang selama ini disimpan dan menerima bunga yang ditetapkan. Kamu bisa memperpanjang masa deposito dengan sistem Automatic Roll Over (ARO). Dengan sistem ARO tersebut, ketika deposito milikmu sudah jatuh tempo, maka akan diperpanjang dengan sendirinya dan terakumulasi secara otomatis dengan dana di deposito sebelumnya. Namun apabila uang dicairkan sebelum tanggal jatuh tempo, maka akan ada biaya penalti yang dikenakan kepada nasabah.

Hampir setiap bank mempunyai produk deposito. Dalam memilih bank terbaik, kamu bisa melakukan pertimbangan berdasarkan reputasi bank tersebut. Pilihlah bank yang sudah memenuhi standar kesehatan Bank Indonesia. Hal ini diperlukan untuk menghindarimu dari kebangkrutan bank tersebut di masa depan. Pertimbangkan juga suku bunga yang terbaik, karena semakin tinggi bunga deposito tersebut, maka semakin besar pula keuntungan yang bisa didapatkan.

Baca Juga : Suku Bunga Pinjaman Bank 2018 di Indonesia, Mana Paling Rendah?

Menempatkan dana di deposito di bank swasta terbesar di Asia

Hasil gambar untuk bank bca

Berdiri sejak 1957, bank BCA merupakan salah satu bank dengan reputasi baik (viva.co.id)

Salah satu bank dengan reputasi baik yang bisa dipertimbangkan adalah Bank Central Asia (BCA). Bukan hanya karena sudah menjadi salah satu bank terpecaya sejak lama, bunga deposito di bank BCA juga cukup bersaing jika dibandingkan bank lainnya. Sejak pertengahan tahun 2018, BCA telah menaikkan suku bunga deposito dari 4% menjadi 4,25%. Dengan membuka rekening deposito di BCA kamu akan lebih mudah mendapatkan sejumlah fasilitas dari BCA, antara lain kemudahan mendapatkan pembiayaan atau kredit.

Di BCA, terdapat deposito ARO dan beberapa jenis deposito berjangka lainnya. Selengkapnya, berikut jenis deposito yang bisa dipilih di Bank BCA:

Automatic Roll Over (ARO)

Perpanjangan deposito akan dilakukan secara otomatis untuk jangka waktu yang sama dengan deposito sebelumnya.

Non Automatic Roll Over (Non-ARO)

Deposito berjangka yang berakhir pada jangka waktu yang telah diperjanjikan di awal pembukaan rekening deposito.

Automatic Roll Over Plus (ARO Plus)

Deposito berjangka yang akan diperpanjang secara otomatis dalam jangka waktu yang sama dengan deposito sebelumnya dan bunganya akan menambah nominal pada setiap kali perpanjangan.

Ini persyaratan untuk membuka rekening deposito di BCA

Hasil gambar untuk deposito bank bca

Sebelum membuka rekening deposito bank BCA, baca dulu persyaratannya berikut (bca.co.id)

Bagi kamu yang tertarik untuk berinvestasi melalui produk deposito BCA, berikut syarat pembukaan rekening deposito BCA:

  1. Melengkapi dan menandatangani formulir permohonan.
  2. Membawa dan menyerahkan fotokopi identitas diri yang masih berlaku, KTP/SIM/Paspor dan NPWP untuk warga negara Indonesia serta KITAS/ Passport untuk WNA
  3. Memenuhi setoran awal minimum.
  4. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kantor cabang BCA terdekat, Halo BCA di 1500888 atau melalui e-mail di: halobca@bca.co.id.

Perlu diketahui bahwa di Bank BCA, waktu deposito yang tersedia adalah 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan. Selain Rupiah, terdapat 8 mata uang lain yang bisa dipilih yaitu US Dollar (USD), Singapore Dollar(SGD), Hongkong Dollar (HKD), Australia Dollar (AUD), Yen (JPY), Poundsterling (GBP), Euro (EUR), dan China Yuan (CNY). Jumlah setoran minimum penempatan deposito untuk seluruh jangka waktu (1, 4, 6, 12 bulan) adalah sebesar Rp 8.000.000.

Cara mudah menghitung bunga deposito Bank BCA

Setelah mengetahui persyaratannya, saatnya untuk menghitung bunga yang akan kamu dapatkan. Supaya kamu tidak kesulitan, berikut cara muda yang bisa diterapkan!

Bunga deposito = jumlah uang simpanan x bunga per tahun x  tenor : 12

Misalnya kamu mendepositokan uang sejumlah Rp 8.000.000 di Bank BCA selama 12 bulan. Saat ini bunga deposito Bank BCA adalah sebesar 4,25%. Maka hasilnya akan seperti berikut:

Bunga deposito = Rp 8.000.000 x 4,25% x 12 bulan : 12  = Rp 340.000

Jadi dalam 12 bulan, kamu akan mendapatkan bunga sebesar Rp 340.000. Dengan menyimpan dana minimal, kamu bisa mendapatkan bunga yang lumayan tanpa risiko besar.

Apa saja keuntungan memiliki deposito?

Hasil gambar untuk deposito

Tabungan deposito menawarkan bunga lebih tinggi dibandingan tabungan biasa (idntimes.com)

Deposito memiliki banyak manfaat. Bagi kamu yang belum mengetahuinya, berikut keuntungan yang bisa didapatkan jika kamu membuka rekening deposito:

1. Bisa dijadikan jaminan pinjaman

Manfaat deposito dibandingkan dengan tabungan biasa adalah deposito bisa dijadikan sebagai jaminan saat kamu mengajukan kredit. Berbeda halnya jika kamu memiliki tabungan biasa. Tabungan biasa tidak akan bisa dijadikan sebagai jaminan dalam kredit. Jika kamu mengajukan kredit ke bank, kamu bisa melampirkan bukti kepemilikan deposito dan menjadikannya sebagai jaminan kredit.

2. Bunga lebih besar dibandingkan tabungan

Salah satu kelebihan deposito adalah bunga bank yang lebih besar dibandingkan dengan tabungan biasa. Tabungan biasa biasanya suku bunga hanya berkisar 2% saja. Sedangkan bunga deposito bisa berkisar di atas 4%-6%. Bila dana yang disimpan di atas Rp100 juta atau sampai miliaran rupiah, bank biasanya memberikan bunga khusus atau special rate. 

Baca Juga : 11 Jenis Kartu Kredit BCA, Mana yang Paling Menarik dan Lengkap Fiturnya?

3. Dana pokok investasi aman

Ketika kamu menempatkan dana di deposito, kamu akan mendapatkan imbal hasil rutin tiap bulan baik itu dengan sistem ARO maupun non ARO. Nah, ketika kelak deposito jatuh tempo, kamu bisa mendapatkan dana kamu utuh ditambah bunga tetap yang sudah diakumulasi (untuk deposito ARO). Bila memakai sistem non ARO di mana kamu mendapatkan hasil pengembangan dana rutin ke rekening penampung, maka kamu akan menerima dana pokok simpanan di akhir jatuh tempo.

4. Lebih aman dan terpercaya

Deposito termasuk produk simpanan bank yang mendapatkan perlindungan atau jaminan dari LPS. Saat ini aturan penjaminan dana simpanan oleh LPS adalah bila nilai dana di bawah Rp2 miliar dan bunga yang diberikan sesuai ketentuan LPS. Apa arti jaminan ini? Artinya, bila terjadi masalah pada perbankan selaku “peminjam” dana nasabah, LPS akan mengganti dana tersebut. 

Sebaliknya, bila dana yang ditempatkan tidak sesuai ketentuan penjaminan oleh LPS, ketika bank tersebut mengalami masalah dan harus dilikuidasi, dana kamu tidak akan terselamatkan alias ikut hangus bersama kebangkrutan bank.

Itulah hal-hal penting yang perlu kamu pahami tentang deposito dan lebih khusus lagi tentang deposito BCA. Pelajari lebih jauh tentang serba serbi pilihan investasi dan berbagai alternatif pinjaman juga tips finansial penting di HaloMoney.co.id.