Cek Biaya Hidup di Jakarta 2019, Cukupkah Gaji UMP Memenuhinya?

|Posted by | Humans of Jakarta, Kebiasaan Keuangan, Kolom Perencana Keuangan, Tips Hemat
Tags: , , , , , ,

Sebagai ibukota, kabarnya Jakarta menjadi salah satu kota dengan biaya hidup termahal di Indonesia. Seberapa tinggikah sebenarnya biaya hidup masyarakat Jakarta di tahun 2019 ini? Coba langsung kita cek berikut dengan solusi yang bisa kamu terapkan!

Jakarta merupakan ibukota negara Indonesia yang dikenal sebagai kota dengan peluang kerja luas. Tak heran kalau ada banyak sekali orang yang berdatangan ke Jakarta demi mengadu nasib dan mencari rezeki, baik itu membuka usaha dagang hingga melamar pekerjaan di kantor. Kamu pasti ingat pepatah rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau dibanding rumput di halaman sendiri. Rasanya pepatah itu sangat cocok untuk menggambarkan pemikiran orang-orang tentang kota Jakarta yang selalu dianggap sebagai ladang rezeki.

Pada kenyataannya, mencari pekerjaan di Jakarta tidak terlalu sulit, tapi biaya hidup di Jakarta bisa membuat kamu geleng-geleng kepala. Padahal gaji UMP (Upah Minimum Provinsi) DKI Jakarta ini tergolong lebih tinggi dari UMP yang ada di daerah lainnya. Sesuai dengan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 114 Tahun 2018, UMP DKI Jakarta ditetapkan sebesar Rp3,9 juta. Nominal ini naik dari UMP DKI Jakarta sebelumnya yang hanya senilai Rp3,6 juta saja. Jumlah UMP DKI Jakarta di tahun 2019 dipastikan akan naik lagi, tapi belum diketahui nominalnya akan naik senilai berapa. Tapi tentu saja jika naik, pasti naiknya tidak terlalu jauh mengingat kenaikan sebelumnya hanya Rp300 ribu.

Lantas apakah dengan gaji Rp3,9 juta, masyarakat Jakarta bisa mencukupi semua kebutuhannya? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, bagaimana kalau kita cek langsung dengan menghitung berapa biaya hidup di Jakarta yang sebenarnya.

1. Tempat tinggal

Sewa Kos (Sumber: singapore.akamaized.net)

Memiliki rumah untuk orang-orang yang baru bekerja rasanya memang terdengar mustahil. Meskipun ada, itu juga pasti rumah milik orang tua. Meski ada rumah milik orang tua, sebagian besar masyarakat Jakarta lebih memilih untuk tinggal di kosan, kontrakan, atau apartemen yang lokasinya dekat dari kantor. Kenapa demikian? Seperti yang kamu ketahui, arus lalu lintas di Jakarta selalu macet setiap harinya. Oleh karena itu mereka lebih memilih untuk menyewa tempat tinggal yang lokasinya berdekatan dengan kantor.

Baca Juga : Kode Promo Grab Januari 2019 untuk Menghemat Biaya Transportasi

Untuk menyewa tempat tinggal ini harganya bervariasi tergantung jenis tempat tinggal dan lokasinya. Untuk jenis kosan per kamarnya dipatok dengan harga antara Rp800 ribu hingga Rp2 juta per bulan. Perbedaan ini bisa dilihat dari segi fasilitas yang didapat seperti AC, kamar mandi dalam, dan lahan parkir. Untuk jenis rumah kontrakan harga sewanya antara Rp1 juta hingga Rp3 juta per bulan. Sementara untuk apartemen sudah pasti harga sewanya jauh lebih mahal karena berkisar antara Rp2 juta hingga Rp5 juta per bulan.

Sewa tempat tinggal di kawasan Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan harganya jauh lebih mahal dibanding Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Jakarta Timur karena lebih banyak area perkantoran sehingga harga sewa tempat tinggal pasti dinaikkan oleh pemiliknya. Selisih harga yang dipatok bisa berkisar antara 10-20%.

Solusi hemat biaya hidup di Jakarta:

Cobalah untuk mengajak teman untuk menyewa tempat tinggal bersama. Dengan begitu, harga sewa bisa jadi lebih murah. Memang ada biaya yang ditambahkan jika kamu menyewa tempat tinggal berdua, tapi tambahan biaya yang dikenakan pasti tidak banyak.

2. Makan dan minum

Biaya Makan dan Minum (www.tongkronganislami.net)

Untuk makan dan minum yang sudah menjadi kebutuhan pokok atau primer, biaya yang dikeluarkan juga tergolong cukup besar karena harga makanan dan minuman di Jakarta bisa dua kali lipat dibanding daerah lainnya di Indonesia. Misalkan saja di Surabaya kamu bisa mendapatkan sepiring nasi dengan tiga jenis lauk di dalamnya dengan harga Rp15 ribu, di Jakarta kamu harus membayar setidaknya Rp20 ribu hingga Rp30 ribu. Jika dalam satu hari kamu makan tiga kali, maka dana yang harus dikeluarkan berkisar antara Rp60 ribu hingga Rp90 ribu.

Solusi hemat biaya hidup di Jakarta:

Solusi terbaik untuk dapat menghemat biaya makan adalah dengan memasak sendiri. Tapi tentu saja kamu tidak memiliki waktu karena padatnya aktivitas. Oleh karena itu, kamu cukup memasak nasi saja. Jadi nantinya kamu tinggal membeli lauk pauk. Usahakan juga untuk selalu membawa minuman dalam tumbler sehingga kamu tak perlu mengeluarkan biaya untuk minum.

3. Transportasi

Biaya Transportasi (id.techinasia.com)

Transporasti juga memegang peranan penting dalam biaya hidup di Jakarta karena kondisi lalu lintas Jakarta yang macet. Bagi orang-orang yang membawa kendaraan pribadi, baik itu berupa motor maupun mobil, biaya yang dikeluarkan akan lebih besar karena biaya BBM dan biaya parkir yang dikeluarkan terbilang mahal. Jika menggunakan transportasi online seperti ojek online, maka dana yang dikeluarkan bisa lebih ringan. Untuk perhitungan jarak antara 10-15 km, biaya yang dikeluarkan antara Rp15 ribu hingga Rp20 ribu.

Baca Juga : Begini Cara Menghitung Biaya Listrik dan Trik Hemat

Sedangkan untuk transportasi umum seperti TransJakarta dan commuter line akan jauh lebih murah biaya yang kamu keluarkan karena hanya Rp3.500 (TransJakarta) dan Rp5 ribu (commuter line). Tapi untuk naik transportasi umum pastinya kamu harus sabar mengantri karena yang naik transportasi umum sangat banyak.

Solusi hemat biaya hidup di Jakarta:

Menggabungkan dua metode transportasi bisa menjadi solusi terbaik untuk menghemat biaya hidup di Jakarta. Caranya adalah ketika berangkat, berhubung kamu harus menghindari kemacetan dan supaya tidak telat masuk kantor, maka pergunakanlah transportasi ojek online. Tapi ketika untuk pulang kantor, gunakanlah transportasi umum karena kamu tidak terburu-buru. Jika dihitung per harinya kamu cuma mengeluarkan dana Rp15 ribu + Rp5 ribu = Rp 20 ribu saja.

4. Pulsa telepon dan internet

Biaya Pulsa dan Internet (www.thoughtco.com)

Meski terdengar sepele, tapi nyatanya dana yang harus dikeluarkan untuk pulsa telepon dan internet ini terbilang cukup banyak. Beberapa orang bahkan bisa menghabiskan dana hingga Rp300 hingga Rp500 ribu untuk dapat memenuhi kebutuhan pulsa telepon dan internet. Pasalnya, di era teknologi yang serba canggih ini, pulsa untuk internet pasti akan cepat tersedot habis. Apalagi jika kamu termasuk orang yang suka menonton video di Youtube. Kebanyakan orang yang menghabiskan dana untuk pulsa untuk telepon dan internet ini menggunakan layanan dengan sistem pasca bayar.

Solusi hemat biaya hidup di Jakarta:

Gunakan layanan telepon pra bayar sehingga penggunaan pulsa bisa terkontrol. Manfaatkan jaringan wifi yang ada di tempat publik seperti di kantor untuk menghemat penggunaan pulsa internet. Untuk telepon, lebih baik kamu menggunakan layanan telepon yang ada di fitur whatssapp.

5. Biaya Hiburan

Makan di Kafe (www.videoblocks.com)

Biaya terakhir yang harus dikeluarkan adalah biaya hiburan. Kenapa biaya hiburan dimasukkan dalam daftar biaya hidup di Jakarta? Perlu kamu ketahui kalau tingkat stres yang dimiliki masyarakat kota Jakarta sangatlah tinggi. Inilah yang menjadi alasan kenapa mereka butuh biaya yang harus disisihkan untuk hiburan. Biaya hiburan ini bisa berupa biaya nonton di bioskop, jalan-jalan ke tempat wisata, traveling ke luar kota, hingga nongkrong di kafe. Besaran biaya hiburan ini bisa memakan dana yang lumayan besar. Untuk biaya nonton Rp50 ribu, nongkrong di kafe Rp200 ribu, jalan-jalan ke tempat wisata Rp250 ribu. Jika ditotal rata-rata perbulan biaya untuk biaya hiburan bisa mencapai Rp500 ribu.

Solusi hemat biaya hidup di Jakarta:

Untuk menghemat anggaran biaya hiburan ini, sebaiknya kamu tentukan untuk hanya nongkrong di kafe setidaknya satu bulan sekali. Untuk agenda nonton bioskop bisa kamu gantikan dengan menyewa DVD dan menontonnya bersama-sama dengan teman. Cobalah untuk berburu kupon diskon untuk mendapatkan potongan harga di kafe hingga tempat wisata.

Baca Juga : KTA Danamon Syariah, Solusi Tepat Untuk Membantu Biaya Pendidikan

Menghitung total biaya hidup di Jakarta

Menghitung Biaya Hidup di Jakarta (spiible.com.br)

Berdasarkan kelima pos pengeluaran di atas, sekarang coba kita hitung berapa sebenarnya total biaya hidup di Jakarta yang perlu kamu ketahui. Kita akan menghitung biaya hidup di Jakarta selama sebulan sebelum kamu berhemat dan setelah kamu berhemat.

  • Biaya hidup di Jakarta sebelum berhemat

Rp1 juta (biaya tempat tinggal) + Rp90 ribu x 30 hari (biaya makan dan minum) + Rp40 ribu x 20 hari kerja (biaya transportasi) + Rp 300 ribu (biaya pulsa dan internet) + Rp500 ribu (biaya hiburan) = Rp5,3 juta. Jumlah ini pastinya melebihi angka gaji UMP Jakarta.

  • Biaya hidup di Jakarta setelah berhemat

Rp600 ribu (biaya tempat tinggal yang sudah dibagi dua bersama teman kantor) + Rp 50 ribu x 30 hari (biaya makan dan minum) + Rp20 ribu x 20 hari kerja (biaya transportasi) + Rp150 ribu (biaya pulsa dan internet) + Rp150 ribu (biaya hiburan) = Rp2,8 juta. Jika gajimu sesuai UMP Jakarta yakni Rp3,9 juta, maka masih ada sisa gaji Rp1,1 juta yang bisa dimanfaatkan untuk ditabung atau diinvestasikan.

Jadi, mulai sekarang cobalah belajar untuk selalu hidup hemat supaya tidak besar pasak dibanding tiang ya Moneysavers!

Merna Arini Nurizzati

Tentang Penulis: Merna Arini Nurizzati

Full Time Dreamer, Part Time Writer. Book & Food Blogger.