Cicilan Rumah Membengkak? Pertimbangkan untuk Take Over KPR agar Beban Cicilan Ringan Kembali

|Posted by | Kredit Pemilikan Rumah
Tags: , , , , , ,

Take over KPR semakin sering dilakukan karena menawarkan banyak keuntungan. Sebelum mengambil take over KPR, kenali jenis-jenisnya, syarat pengajuan, dan bagaimana prosesnya.

Kebutuhan atas hunian bisa dipastikan akan terus tumbuh. Maklum, rumah atau hunian adalah salah satu kebutuhan dasar manusia yang perlu dipenuhi demi kelangsungan hidup yang baik. Tidak aneh bila tren penjualan rumah terus meningkat dari tahun ke tahun baik dengan cara tunai keras, tunai bertahap ataupun cicilan bank melalui fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR). 

Mengutip pemberitaan Sindonews, Bank Indonesia mencatat, tren pengajuan KPR dalam empat tahun terakhir semakin banyak didominasi oleh nasabah dari kalangan usia dewasa muda yaitu generasi millennial. Banyak anak millennial yang mengajukan KPR atau KPA untuk jenis kavling, rumah tapak dan apartemen dengan ukuran 22 meter sampai 79 meter persegi. 

Namun, tidak semua kalangan mampu menjaga komitmen terikat kewajiban cicilan jangka panjang seperti KPR. Seringkali terjadi saat KPR sudah berjalan beberapa tahun, bunga KPR tiba-tiba naik karena sudah masuk periode floating rate dan tren bunga acuan tengah tinggi. Alhasil, beban cicilan KPR jadi meningkat cukup drastis. Tentu hal ini memberatkan nasabah yang harus menanggung cicilan lebih besar. 

Untung saja sejauh ini tersedia pilihan untuk take over KPR atau mengalihkan KPR dari satu bank ke bank yang lain demi mengejar biaya yang lebih murah. Hanya saja, sebagai keputusan finansial, take over KPR perlu diperhitungkan dengan baik agar menjadi keputusan yang efisien dan ekonomis. Yuk, pelajari lebih dulu lebih jauh tentang take over KPR di sini.

Baca Juga : Ingin Tahu Beban Cicilan Tanpa Bunga? Yuk, Lakukan Simulasi KPR BNI Syariah

Apa, sih, Take Over KPR itu?

Kelebihan Take Over KPR (www.studentloanplanner.com)

Take over KPR merupakan pengalihan kredit rumah dari satu pihak ke pihak yang lain dengan sebuah perjanjian yang sah di mata hukum. Kelebihan dari take over KPR ini adalah kamu bisa mendapatkan harga rumah yang lebih rendah dibanding harga rumah pada umumnya dan dana pinjaman yang diajukan ke bank juga lebih sedikit karena sebelumnya kamu harus menyiapkan dana untuk uang muka dan pembayaran cicilan yang terdahulu.

Kamu juga bisa memperoleh bunga pinjaman KPR yang lebih ringan dari bank yang lama dan memindahkan KPR milikmu ke bank baru yang memiliki bunga pinjaman KPR lebih rendah. Selain itu, jika sebelumnya kamu sudah memiliki KPR dan ingin melakukan take over KPR, maka kamu bisa memperpanjang masa tenor karena otomatis masa tenor cicilan akan dihitung dari awal lagi.

Take over KPR tak hanya punya kelebihan, tapi juga ada kekurangannya yang wajib kamu ketahui seperti prosesnya yang jauh lebih lama karena harus melalui beberapa tahapan, ditambah lagi kemungkian pengajuan ditolak lebih besar, dan dana yang dibutuhkan juga lebih besar berhubung ada banyak biaya tambahan seperti biaya balik nama, biaya notaris, biaya administrasi bank biaya uang muka dan totak cicilan sebelumnya.

Jenis take over KPR

Supaya kamu bisa mengenal take over KPR ini dengan jelas, ketahui dulu tiga jenis take over KPR yang harus kamu ketahui, yaitu:

1. Take over KPR antar bank

Take Over KPR Antar Bank (kerjaya.co)

Pertama ada take over KPR antar bank yang dilakukan jika ingin mengambil bunga KPR yang lebih ringan dari bank lain. Bunga KPR yang menerapkan sistem bunga floating terkadang akan mulai membengkak di pertengahan masa cicilan. Inilah yang menjadi salah satu alasan terbesar orang ingin mengganti bank penyedia pinjaman KPR yang sekarang dengan yang bank penyedia pinjaman KPR baru dengan bunga yang pastinya lebih rendah. Sebelum melakukan take over KPR antar bank, kamu harus membandingkan bunga di beberapa penyedia bank dan juga jangan lupa membaca dengan teliti ketentuan-ketentuan yang berlaku di bank yang baru.

Baca Juga : Sebelum Kredit Rumah, Pahami Dulu Perhitungan KPR Berikut Ini

Cara mengurusnya:

Untuk mengurus take over KPR antar bank ini, biasanya persyaratan yang diberikan tidaklah jauh berbeda dengan syarat mengajukan KPR biasa, seperti KTP (Kartu Tanda Penduduk), NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak), slip gaji (surat penghasilan), rekening koran tiga bulan terakhir, kartu keluarga, dan pastinya dokumen sertifikat rumah yang akan di take over. Proses take over KPR biasanya hanya bisa dijalankan jika kamu sudah memiliki masa cicilan setidaknya minimal 1 tahun di tempat penyedia KPR yang lama karena sertifikat baru akan terbit sekitar 1 tahun setelah proses KPR berlangsung.

Jika persyaratan dokumen sudah dipenuhi, bank akan melakukan analisa kredit dan memproses appraisal serta perhitungan ulang terhadap nilai jual rumah yang akan dijadikan take over KPR.

2. Take over jual rumah

Take Over Jual Rumah (dnaindia.com)

Selanjutnya ada take over jual rumah yang menjadi pilihan ketika kamu ingin membeli rumah milik orang yang saat ini sedang mencicil KPR. Dalam arti kata lain, kamu akan melanjutkan cicilan KPR milik orang lain. Tak sedikit orang yang sudah mengambil cicilan KPR, lalu mereka memutuskan untuk menghentikannya karena beberapa alasan tertentu seperti karena tidak bisa lagi membayar cicilan hingga ingin mengambil KPR lain dengan tipe rumah yang lebih besar.

Jadi ketika melakukan take over jual rumah ini, ada empat pihak yang berkepentingan yaitu kamu, pemilik KPR rumah yang akan ditake over, bank yang memberikan pinjaman KPR, dan notaris yang akan mengurus seluruh dokumen pengalihan KPR. Tapi sebelum mengambil take over jual rumah, pastikan terlebih dahulu kalau kredit cicilan rumah tersebut masih aktif dan pemilik lama tidak pernah menunggak cicilan.

Cara mengurusnya:

Untuk cara mengurus take over jual rumah ini, kamu harus melengkap persyaratan dan dokumen yang dibutuhkan. Syaratnya sama saja dengan syarat take over antar bank. Setelah syarat dokumen dipenuhi, kamu harus membayar biaya yang telah dikeluarkan pemilik KPR lama, mulai dari biaya uang muka dan cicilan yang sudah dibayarkan. Jika sudah, maka kamu bisa datang ke bank penyedia KPR bersama dengan pemilik rumah KPR yang lama untuk mengajukan take over KPR.

Nantinya bank akan melakukan analisa pengajuan kredit. Jika pengajuan take overmu disetujui, maka pihak bank akan mengeluarkan AJB (Akta Jual Beli) dan SKMHT (Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan). Untuk dapat meneruskan KPR lama tersebut, kamu diharuskan untuk membayar sejumlah biaya take over yang telah ditentukan sebelumnya. Jika sudah melakukan pembayaran, maka nantinya cicilan KPR akan menggunakan namamu sendiri. Kekurangan dari take over jual rumah ini adalah biaya yang dibutuhkan tergolong cukup besar.

3. Take over KPR bawah tangan

Take Over KPR Bawah Tangan (www.onlinefinancesolution.com)

Terakhir ada take over KPR bawah tangan yang merupakan proses pengalihan kredit rumah yang hanya melibatkan pemilik awal KPR dengan dirimu alias hanya ada pihak penjual dan pembeli saja tanpa adanya campur tangan oleh pihak bank. Tapi tentu saja harus ada notaris yang akan mengurus semua dokumen pengalihan kredit rumah. Jadi nantinya kamu akan meneruskan atau melanjutkan pembayaran KPR milik penjual.

Sebenarnya take over bawah tangan tidak terlalu dianjurkan karena memiliki resiko yang sangat tinggi karena pihak bank tidak mengetahui kalau ternyata kepemilikan rumah sudah berpindah tangan, sedangan sertifikat rumah masih atas pemilik KPR yang lama. Ketika kamu telah melunasi cicilan KPR dan ingin mengambil sertifikat rumah, kemungkinan besar pihak bank tidak akan memberikannya dengan mudah karena kamu telah melakukan proses take over di bawah tangan. Ditambah lagi ada banyak biaya yang harus kamu siapkan, seperti biaya administrasi bank, biaya balik nama, dan pastinya biaya uang muka kepada penjual yang termasuk dengan cicilan yang sudah terbayar sebelumnya.

Cara mengurusnya:

Kelebihan dari take over KPR bawah tangan adalah cara mengurusnya yang tidak serepot tak over jual rumah karena kamu cukup melakukan perjanjian perpindahan KPR di depan notaris, melunasi biaya take over tersebut, dan melanjutkan pembayaran cicilan KPR yang akan di take over. Kunci utama ketika kamu akan memilih take over KPR adalah pilih penjual atau pemilik KPR lama yang kamu kenal dengan baik, entah itu saudara dekat, keluarga, atau teman.

Baca Juga : Sebelum Menyicil Rumah, Lakukan Simulasi KPR BRI supaya Tahu Beban Cicilan

Selalu pikirkan dengan matang dan diskusikan dengan keluarga

Diskusikan dengan Keluarga (gobankingrates.com)

Ketika akan memutuskan untuk mengambil take over KPR, pikirkan dengan matang dan cermati terlebih dahulu. Pilih jenis take over KPR yang tepat dan mempelajarinya dengan teliti, bagaimana keamanan dan tingkat resiko yang akan kamu hadapi, hingga kisaran dana yang harus disiapkan untuk mengurus semua proses take over tersebut. Dengan adanya persiapan yang matang, kamu tidak akan kesulitan saat mengajukan dan tidak menyesal di kemudian hari.

Setelah cicilan take over KPR lunas dan sertifikat rumah sudah di tangan, kamu bisa mengajukan pinjaman kredit multiguna yang bisa dipergunakan untuk beragam keperluan, mulai dari merenovasi rumah, modal usaha, biaya pernikahan, dan lain sebagainya. Ajukan kredit multiguna melalui HaloMoney.co.id dengan mengklik banner yang ada di bawah ini!

Merna Arini Nurizzati

Tentang Penulis: Merna Arini Nurizzati

Full Time Dreamer, Part Time Writer. Book & Food Blogger.