Bunga Simpanan Tengah Wangi, Beginilah Cara Menghitung Bunga Deposito yang Tepat

|Posted by | Investasi, Tips Keluarga
Tags: , , , , , , ,

Deposito menjadi investasi minim resiko yang banyak peminatnya. Bagaimana sistem dan cara kerjanya? Ketahui keuntungan investasi deposito, cara menghitung deposito beserta pajak yang harus dibayar pemilik deposito.

Investasi adalah hal yang perlu dilakukan untuk menambah kekayaan. Salah satu jenis investasi yang banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia adalah deposito. Hampir semua bank memiliki produk investasi ini. Deposito memberikan layanan penyimpanan dana milikmu yang tidak bisa ditarik dalam jangka waktu tertentu. Selama jangka waktu tersebut, bank akan memberikan keuntungan berupa bunga kepadamu. Besaran bunga yang diberikan tergantung pada suku bunga Bank Indonesia (SBI) sehingga tidak ada bunga fix dalam deposito karena kisarannya selalu berubah-ubah.

Sistem yang digunakan sebenarnya tidak jauh berbeda dengan tabungan biasa. Hanya saja, kamu tidak boleh sewaktu-waktu mengambil dana yang ada di deposito karena harus menunggu jatuh tempo terlebih dahulu. Jika kamu mengambilnya di waktu yang berbeda, maka akan ada biaya penalti yang harus dibayarkan. Besaran dendanya berkisar dari 0,5% hingga 3% dari total deposito milikmu. Dengan adanya denda, kamu tidak akan mudah tergoda untuk terus-terusan mengambil dana yang ada. Jangka waktu yang ditawarkan oleh deposito sangat bervariasi mulai dari 3, 6, 12 bulan, hingga 24 bulan. Sementara tanggal jatuh temponya bisa disepakati olehmu dan pihak bank.

Deposito memiliki dua sistem yang perlu kamu ketahui, yaitu Automatic Roll Over (ARO) yang akan memperpanjang secara otomatis deposito milikmu setelah jatuh tempo. Jadi kalau tidak ingin mencairkan dananya saat jatuh masa tempo, kamu bisa membiarkannya karena akan secara otomatis diperpanjang. Sistem satu lagi adalah Non Automatic Roll Over (non-ARO) yang tidak akan memperpanjang dana depositomu sehingga setelah jatuh tempo, dana akan langsung ke rekening tabungan. Disamping itu juga anda harus tahu cara menghitung bunga deposito bank secara jelas.

Jenis deposito di Indonesia

Cara Menghitung Deposito (www.bca.co.id)

Sebelum kamu membuka deposito, kamu harus tahu dulu kalau ada tiga jenis deposito yang ada di Indonesia, yaitu deposito berjangka, sertifikat deposito, dan deposito on call. Ketiga jenis deposito ini memilki keunggulannya masing-masing. Selain itu, kamu juga perlu perhatikan cara menghitung bunga deposito dengan baik. 

1. Deposito berjangka

Deposito berjangka merupakan deposito yang berupa tabungan dengan masa tenor tertentu dengan bunga yang dibayarkan pada masa akhir periode. Berhubung menggunakan rekening tabungan, maka deposito berjangka tidak bisa dipindahtangan.

Baca juga : Inilah Hal Penting yang Perlu Kamu Pelajari sebelum Membuka Deposito BCA

2. Sertifikat deposito

Selanjutnya ada sertifikat deposito yang sistemnya tidak jauh berbeda dengan deposito berjangka. Hanya saja sertifikat deposito ini berbentuk lembaran sertifikat, bukan tabungan sehingga bisa dipindahtangankan atau diperjualbelikan kepada orang lain. Selain itu, bunga yang dimiliki sertifikat deposito bisa dicairkan di muka.

3. Deposito on call

Terakhir adalah deposito on call yang penarikan dananya harus diberitahu terlebih dahulu olehmu kepada pihak bank. Kenapa demikian? Karena jangka waktu deposito on call ini tergolong lebih singkat dibanding dua jenis deposito lainnya. Deposito on call hanya memiliki jangka waktu minimal 7 hari hingga 30 hari saja. Besaran bunganya juga tidak tergantung dari suku bunga Bank Indonesia karena bisa disepakati dari dua belah pihak, yakni bank dan pemilik deposito.

Keuntungan dan kekurangan deposito

Cara Menghitung Deposito (investor-square.com)

Setiap produk keuangan, termasuk investasi pastinya memiliki keuntungan dan kekurangan masing-masing. Tak terkecuali investasi deposito. Apa saja keuntungan dan kekurangan deposito? Mari kita lihat!

  • Tidak ada biaya admistrasi

Berbeda dengan tabungan yang mengharuskan kamu untuk membayar biaya administrasi, investasi jenis deposito tidak ada biaya administrasi yang dikenakan. Sebagai gantinya, akan ada pajak yang harus kamu bayarkan.

  • Keamanan terjaga

Ingin menginvestasikan dana dalam jumlah banyak pada deposito tapi ragu dengan keamanannya? Jangan khawatir Moneysavers karena uang yang kamu depositokan ini dijamin oleh Lembaha Penjamin Simpanan (LPS) sehingga sudah pasti aman. Maksimal dana deposito yang dijamin oleh LPS adalah Rp 2 miliar.

  • Minim resiko

Deposito Minim Resiko (www.arborinvestmentplanner.com)

Jika dibandingkan dengan jenis investasi lainnya seperti saham dan reksadana, return deposito ini masih lebih kecil. Tapi keuntungan yang tidak seberapa ini sangat minim resiko. Kamu tidak perlu pusing dengan nilai tukar rupiah yang melemah atau adanya kenaikan inflasi setiap tahunnya.

  • Pilihan mata uang banyak

Dana yang bisa kamu investasikan pada deposito tidak hanya Rupiah (IDR) saja. Kamu bisa menggunakan mata uang lain seperti US Dollar (USD), Singapore Dollar(SGD), Hongkong Dollar (HKD), Australia Dollar (AUD), Poundsterling (GBP), Yen (JPY), Euro (EUR), dan lain sebagainya. Tapi ketentuan pilihan mata uang ini berbeda-beda tergantung dari bank yang kamu tuju.

Baca juga : Membuka Deposito Online dan Pilihan Produk Terbaik

  • Ada pajak yang dikenakan

Ketika memiliki investasi deposito, ada pajak yang harus kamu bayar. Pajak ini adalah Pajak Penghasilan (PPh) yang dikenakan atas penghasilan bunga deposito. Besarannya adalah 20% jika nilai depositomu berada di angka lebih dari Rp7,5 juta. Pajak bunga deposito sudah diatur dalam tiga peraturan yang dikeluarkan oleh Dirjen Pajak, yaitu:

  • PP 131 Tahun 2000 tentang PPh atas bunga deposito dan tabungan serta diskonto SBI
  • KMK-51/KMK.04/2001 tentang pemotongan PPh atas bunga deposito dan tabungan serta diskonto SBI
  • SE-01/P.43/2001 tentang PP 131 tahun 2000.

Cara menghitung deposito beserta bunga dan pajaknya

Cara Menghitung Deposito (www.hfgtrust.com)

Kita pasti akan bertanya-tanya berapa bunga yang akan didapat jika kamu mengambil investasi deposito. Sebelum mengetahui cara menghitung deposito ini, kamu harus mengetahui kalau ada dua faktor yang akan mempengaruhi perhitungan deposito ini, yakni jumlah dana yang didepositokan dan jangka waktu yang diambil. Semakin besar dana yang didepositokan dan semakin lama jangka waktu yang diambil, maka bunga yang didapat akan lebih besar. Tapi semakin besar bunga yang didapat, maka semakin besar pula pajak yang akan dikenakan.

Untuk mengetahui cara menghitung deposito, pertama-tama kamu harus mengambil contoh kasusnya terlebih dahulu. Misalkan saja, saat ini kamu ingin mendepositokan uang sejumlah Rp 50.000.000. Kita akan menghitung deposito dengan pilihan empat jangka waktu yang berbeda-beda, yakni 1 bulan dengan bunga 3%, 3 bulan dengan bunga 3,5%, 6 bulan dengan bunga 3,8%, 12 bulan dengan bunga 4%. Untuk lebih jelas lagi, beginilah cara menghitung bunga deposito di bawah ini :

1. Cara menghitung deposito 1 bulan

Jumlah dana deposito x bunga per tahun x jangka waktu deposito : 12 = bunga deposito

Rp 50.000.000 x 3% x 1 : 12 = Rp 125.000

Bunga deposito x 20% = Pajak deposito

Rp 125.000 x 20% = Rp 25.000

Bunga bersih yang akan kamu terima adalah Rp 125.000 – Rp 25.000 = Rp 100.000

2. Cara menghitung deposito 3 bulan

Jumlah dana deposito x bunga per tahun x jangka waktu deposito : 12 = bunga deposito

Rp 50.000.000 x 3,5% x 3 : 12 = Rp 437.500

Bunga deposito x 20% = Pajak deposito

Rp 437.500 x 20% = Rp 87.500

Bunga bersih yang akan kamu terima adalah Rp 437.500 – Rp 87.500 = Rp 350.000

3. Cara menghitung deposito 6 bulan

Jumlah dana deposito x bunga per tahun x jangka waktu deposito : 12 = bunga deposito

Rp 50.000.000 x 3,8% x 6 : 12 = Rp 950.000

Bunga deposito x 20% = Pajak deposito

Rp 950.000 x 20% = Rp 190.000

Bunga bersih yang akan kamu terima adalah Rp 950.000 – Rp 190.000 = Rp 760.000

4. Cara menghitung deposito 12 bulan

Jumlah dana deposito x bunga per tahun x jangka waktu deposito : 12 = bunga deposito

Rp 50.000.000 x 4% x 12 : 12 = Rp 2.000.000

Bunga deposito x 20% = Pajak deposito

Rp 2.000.000 x 20% = Rp 400.000

Bunga bersih yang akan kamu terima adalah Rp 2.000.000 – Rp 400.000 = Rp 1.600.000

Baca juga : Deposito Masih Jadi Tempat Favorit Masyarakat Menyimpan Uang

Dengan adanya cara menghitung bunga deposito bank di atas, terlihat bukan perbedaannya? Meski dengan jumlah dana yang sama, tapi kalau jangka waktu yang diambil berbeda, maka bunga yang didapat akan berbeda. Semakin lama jangka waktu yang diambil, semakin besar return yang kamu dapatkan. Jadi kalau kamu ingin mendapatkan untung yang maksimal, lebih baik kamu mengambil jangka waktu deposito yang lama.

Semoga dengan adanya cara perhitungan deposito di atas, kamu bisa dengan mudah memperhitungkan berapa keuntungan yang akan didapat nantinya. Selalu update informasi keuangan terkini dengan mengunjungi situs HaloMoney.co.id atau berlangganan newsletter dengan klik banner yang ada di bawah ini! 

Merna Arini Nurizzati

Tentang Penulis: Merna Arini Nurizzati

Full Time Dreamer, Part Time Writer. Book & Food Blogger.