Benarkah Orang Indonesia Membayar Rp 4.7 Juta Untuk Pinjaman?

|Posted by | Berita Keuangan, Kebiasaan Keuangan, Kredit Tanpa Agunan, KTA
Tags: ,

Meminjam uang bukanlah suatu hal yang disukai. Tetapi kebutuhan yang sangat mendesak menyebabkan orang harus meminjam uang, baik pada saudara, teman, bank atau lembaga peminjam lainnya. Meminjam uang pada bank atau lembaga peminjam membutuhkan proses yang lebih panjang termasuk juga persyaratan yang harus dipenuhi. Selain itu Anda bahkan harus bersiap-siap merogoh kocek untuk mengeluarkan uang ekstra di luar pinjaman yang Anda minta.

Percaya atau tidak, berdasarkan data yang dikumpulkan portal perbandingan produk keuangan halomoney.co.id, rata-rata orang di Indonesia harus mengeluarkan uang ekstra sebesar Rp 4.7 juta bila mereka meminjam Rp 50 juta dari bank atau lembaga peminjam!

Loh kok bisa? Betul karena Anda harus membayar beberapa biaya ekstra diantaranya: biaya provisi, biaya administrasi, biaya tahunan, denda keterlambatan membayar cicilan, dan biaya pelunasan lebih awal, kalau ternyata Anda ingin menutup semua pinjaman sebelum waktunya.

Biaya provisi dan biaya administrasi merupakan biaya yang dibayar dimuka sebelum pinjaman Anda cair. Terkadang biaya ini langsung dipotong dari pinjaman Anda. Biaya provisi ini berbeda antara satu bank dengan bank yang lain, yaitu antara 1 – 3.5 persen. Jadi seandainya Anda meminjam Rp 50 juta, maka kemungkinan biaya provisi Anda berkisar Rp 1.150.000. Sementara biaya administrasi antara Rp 100.000 sampai Rp 400.000 jika pinjaman Anda disetujui. Beberapa bank seperti Bank DBS menarik iuan tahunan sebesar Rp 130.000. Namun ada juga bank yang tidak menarik iuran tahunan seperti Bank Mandiri dan BNI.

Pengeluaran ekstra lainnya juga terdapat di denda keterlambatan pembayaran cicilan. Besarnya 5-6 persen atau Rp 225.000 minimal. Jadi bila dua kali saja Anda telat membayar, maka Anda harus mengeluarkan uang Rp 450.000 setahunnya. Ada juga bank yang tidak menarik denda keterlambatan, namun dengan syarat si kreditor memiliki rekening aktif di bank tersebut.

Biaya lain yang sering dikeluarkan peminjam adalah biaya penalti atau biaya pelunasan lebih awal yaitu 2- 6 persen dari total sisa cicilan atau mencapai Rp 2.6 juta rupiah jika Anda meminjam sebanyak Rp 50 juta. Biaya ini sering mengejutkan nasabah, terutama bagi mereka yang tidak bertanya secara detil saat akan meminjam ke bank.

SDC

Co Founder dan Managing Director Halomoney.co.id menyarankan masyarakat melakukan perbandingan untuk menemukan bank terbaik saat akan meminjam uang.

“Melakukan perbandingan akan menguntungkan pihak peminjam karena antara satu bank dengan bank lain memiliki perbedaan prosedur dan jumlah biaya ekstra yang ditarik dari pinjaman tersebut,” kata Simon.

Misalnya saja biaya provisi. BNI termasuk menarik biaya provisi rendah yaitu 1 persen, sementara Bank lain seperti Bank Mandiri menarik biaya provisi sebesar 3 persen dan Bank SCB sebesar 3.5 persen. Untuk biaya denda, BNI, Bank Mandiri dan Panin tidak menarik biaya denda, selama nasabah memiliki rekening aktif di bank tersebut. Berbeda dengan Bank Permata yang mengharuskan kreditor membayar denda hingga 5 persen.

Baca juga: Tujuh Cara Memilih Pinjaman Bank

Simon juga menyarankan sebelum meminjam uang di bank, calon kreditor bisa memiliki rencana keuangan terlebih dahulu. Misalnya saja Anda membutuhkan uang Rp 50 juta dan dalam 3 bulan mendatang Anda mendapatkan bonus sebesar Rp 60 juta. Daripada membayar pinalti dengan biaya tinggi, lebih baik Anda mengambil pinjaman berbentuk Kredit Tanpa Agunan (KTA) yang memiliki tenor singkat.

“Kalau pun Anda mau menutup hutang Anda sebelum waktunya, biaya pinaltinya akan lebih rendah,” kata Simon.

Menurut Simon, dengan rajin membandingkan antara produk bank satu dengan yang lain, kemungkinan masyarakat berhemat akan semakin besar! Manfaatkan KTA untuk memulai atau mengembangkan bisnis kamu! Bandingkan beberapa produk kartu kredit bersama HaloMoney.

 

Adiguna C. Perdana

Tentang Penulis: Adiguna C. Perdana

Gemar menulis, rajin menabung, dan selalu tertarik dengan segala hal yang berhubungan dengan penghematan.