Pertanyaan Umum Seputar Kartu Kredit di Indonesia

Selamat datang di halaman FAQs HaloMoney. Disini Anda bisa menemukan jawaban atas pertanyaan Anda seputar kartu kredit. Untuk referensi lebih lanjut, baca pedoman penggunaan kartu kredit dari kami, atau buka halaman glossary untuk mengetahui istilah sehubungan kartu kredit.

Temukan Jawaban Segala Pertanyaan Anda Mengenai Kartu Kredit di HaloMoney

Pertama, biaya bunga. Penerbit kartu kredit hanya akan mengenakan bunga apabila Anda tidak membayar tagihan secara penuh.

Kedua, biaya administrasi tahunan. Biaya ini dikenakan oleh pihak penerbit sebagai ongkos atas jasa pemrosesan transaksi yang diberikan pihak penerbit.

Ketiga, biaya tarik tunai. Anda dapat menarik uang tunai tunai di ATM dengan kartu kredit Anda, namun akan dikenakan biaya sebesar 3-6% dari jumlah yang ditarik atau 50 ribu rupiah mana yang lebih besar.

Keempat, biaya keterlambatan. Setiap bulan tagihan, Anda wajib untuk membayar jumlah minimum sebesar 10% tagihan pada waktu yang telah ditentukan. Apabila Anda tidak membayar tagihan maka bank akan mengenakan biaya keterlambatan pembayaran.

Kelima, biaya materai. Anda akan dikenakan biaya materai sebesar Rp 3.000 untuk transaksi dengan nilai Rp 250.000 – Rp 1.000.000, dan diatas Rp 1.000.000 akan dikenakan biaya materai Rp 6.000.

Keenam, biaya cetak tagihan. Penerbit akan mengenakan biaya untuk mencetak tagihan, namun Anda dapat meminta penyedia kartu kredit untuk mengirimkannya melalui E-Mail secara gratis.

Setiap kartu kredit memberikan plafon yang berbeda tergantung beberapa faktor seperti jenis kartu kredit, dan jumlah pendapatan tahunan Anda, serta historis penggunaan kartu kredit sebelumnya. Seseorang yang memiliki pendapatan tahunan diatas 150 juta, telah bekerja selama 10 tahun, dan memiliki catatan penggunaan kartu kredit yang baik sebelumnya akan lebih mudah untuk mendapatkan kartu kredit berlimit tinggi dibandingkan seseorang yang baru bekerja dan belum memiliki historis penggunaan kartu kredit.

Setiap transaksi kartu kredit dilengkapi prosedur keamanan, seperti memberikan verifikasi melalui tanda tangan atau memasukan nomor PIN pada mesin EDC. Pada tahun 2020, seluruh transaksi menggunakan kartu kredit mengharuskan Anda untuk memasukan nomor PIN untuk verifikasi. Pastikan Anda tidak membagikan nomor PIN kepada pihak lain serta menyimpan kartu kredit Anda di tempat yang aman.

Namun, jika nomor atau kartu kredit Anda dicuri, segera hubungi bank Anda untuk memblokir kartu kredit Anda. Jika Anda ditagih untuk sesuatu yang Anda tidak beli, Anda bisa juga dapat meminta bank untuk memblokir pemrosesan pembayaran.

Berdasarkan aturan Bank Indonesia, aplikan kartu kredit harus berusia minimal 21 tahun dan berpenghasilan minimal Rp 3,000,000 (tiga juta) per bulan. Anda disarankan mengambil kartu kredit jika sudah memiliki pemasukan tetap. Anda juga harus bijak menggunakan kartu kredit. Jangan menganggap kepemilikan kartu kredit sebagai kesempatan membeli apapun dan berapun yang Anda mau tanpa dilandasi kemampuan untuk membayar.

Setiap bank memiliki berbagai berbagai kartu kredit dengan fasilitas, plafon dan promo yang berbeda-beda. Pilihlah fasilitas yang sesuai kemampuan dan kebutuhan Anda. Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah mengetahui jenis kartu kredit yang Anda butuhkan. Setelah mengetahui jenis kartu kredit yang Anda ingin ajukan, gunakanlah alat perbandingan kartu kredit HaloMoney untuk melihat kartu kredit mana yang menawarkan manfaat optimal dan biaya minimum.

Peraturan Bank Indonesia menyatakan bagi Anda hanya dapat memiliki dua kartu kredit apabila Anda berpendapatan Rp 3,000,000 (tiga juta rupiah) – Rp 10,000,000 (sepuluh juta rupiah) per bulan. Plafon kartu kredit bagi mereka dengan pendapatan ini adalah tiga kali pendapatan per bulan untuk mengurangi kredit macet.

Sesuaikanlah jumlah kartu kredit yang Anda miliki dengan kebutuhan. Jika Anda memiliki terlalu banyak kartu kredit maka Anda harus membayar biaya administrasi tahunan yang lebih besar pula. Miliki kartu kredit yang memberikan kemudahan di tempat Anda sering bertransaksi.

Sesuaikanlah jumlah kartu kredit yang hendak Anda miliki dengan kemampuan Anda untuk membayar tagihan kartu kredit dan keperluan pembayaran Anda. Contohnya, jika Anda memiliki bisnis sendiri, Anda bisa gunakan satu kartu kredit untuk bisnis Anda, dan satunya lagi untuk keperluan pribadi. Buanglah kartu kredit yang tidak memberikan banyak manfaat bagi Anda.