4 Alasan Mengapa Nasabah Kaya Menyimpan Dana di Singapura

|Posted by | Berita Keuangan, Kebiasaan Keuangan, Uncategorized
Tags: , ,

 

id_fb-link-blog_savemoneysingapore

Di saat pasar keuangan global tahun 2017 ini masih belum menentu, nasabah perbankan lintas negara perlu mempertimbangkan dengan hati-hati di mana akan membuka rekening bank untuk menyimpan sekaligus mengelola dana.

Pasar keuangan global tahun ini diperkirakan para ekonom akan mengalami tekanan yang lebih besar dari tahun lalu. Pemicunya antara lain karena suku bunga bank sentral AS akan naik lebih dari tiga kali. Pasar keuangan di negara berkembang, termasuk Indonesia, diperkirakan akan terpengaruh sehingga mempengaruhi portofolio investasi.

Sama seperti nasabah kaya di negara lain, para nasabah kaya lintas negara asal Indonesia perlu mencari lembaga keuangan yang ahli dan dipercaya dalam mengelola dana, lepas teritori negara. Mereka bisa menyimpan dana di lembaga keuangan di dalam negeri maupun di luar negeri yang telah teruji memiliki pengalaman dan diliputi oleh atmosfer kebijakan yang relatif stabil.

Salah satu negara yang sering menjadi referensi para nasabah tajir asal Indonesia ialah Singapura. Negeri Merlion ini memang memiliki kedekatan dengan para nasabah asal Indonesia dalam hal menyimpan dana. Banyak nasabah Indonesia menyimpan dananya di perbankan Singapura. Lihat saja data pemerintah Indonesia, seperti ditulis Tempo.co: nilainya diperkirakan mencapai US$ 200 miliar atau Rp 2.600 triliun!

Sekitar US$ 50 miliar atau Rp 650 triliun disimpan dalam bentuk non-investable asset dalam bentuk real estate. Dan sebesar US$ 150 miliar atau sebesar Rp 1.950 triliun dalam bentuk investable asset seperti deposito, saham, dan surat berharga.

Bahkan Singapura telah menggeser New York sebagai tempat favorit para nasabah super tajir untuk mengembangkan dana. Lantas, mengapa Singapura menjadi tempat favorit para pemilik dana asal Indonesia, juga dunia? Berikut ini 4 alasan mengapa Singapura menjadi hub bagi para nasabah Offshore Personal Banking nan tajir, seperti dikutip dari berbagai sumber:

1. Aman, Stabil, dan Pengawasan Kuat

Singapore_image_1

Singapura menjadi tempat menyimpan dana para nasabah tajir antara lain karena memiliki prasyarat ini: memiliki sistem pengawasan yang kuat dan pasar keuangan yang lebih stabil dari negera lain. Asset berupa investable dan non investable membutuhkan lingkungan yang aman dan stabil.

Sistem politik dan keamanan di Singapura selama ini dikenal membuat para pemilik dana percaya sehingga mau menempatkan dananya di Singapura. Ditambah dengan sistem pengawasan dari regulator yang kuat dan kredibel, para pelaku pasar keuangan di Singapura relatif terhindar dari fraud yang merugikan nasabah sehingga asset bisa terlindungi.

2. Berpengalaman menangani krisis

Related image

todayonline.com

Krisis ekonomi, biasanya dimulai dari krisis di sector keuangan, dapat menghancurkan ekonomi suatu bangsa. Inflasi melonjak dan nilai tukar melemah, investasi menjauh, lapangan pekerjaan berkurang dan pengangguran naik, ini merupakan gambaran buruk jika krisis keuangan dan krisis ekonomi terjadi di sebuah Negara yang ditakutkan oleh pemilik dana atau investor.

Mereka mencari Negara yang data menangani dan mengelola krisis keuangan global seperti terjadi pada 1998 dan 2008. Pengalaman Singapura dalam menangani dan mengelola krisis telah diakui oleh para manajer investasi. Termasuk konsolidasi dan keberanian para pemimpin di Singapura dalam menangani krisis.

3. Teknologi dan Infrastruktur

Dalam pemeringkatan terbaru, seperti diberitakan Bloomberg per September 2016, Pricewaterhouse Cooper (PwC) menempatkan Singapura sebagai satu-satunya kota di Asia Pasifik yang menjadi hub industri keuangan. Singapura berada di nomor dua, setelah London. Posisi Singapura telah menggeser New York sebagai pusat keuangan, dan diperkirakan akan menggeser London beberapa tahun mendatang. Saat ini Singapura telah meninggalkan Hongkong yang ada di peringkat 9.

singapura1

Bloomberg.com

PwC mencatat, keunggulan terbaru Singapura dari negara lainnya di Asia Pasifik ialah dalam transportasi dan infrastruktur, dan kesiapan teknologi. Ini mencakup mobile broadband speed, akses internet, infrastruktur transportasi, dan kemudahan berbisnis (ease of doing business).

4. Industri perbankan yang mapan

Image result for pengawas industri keuangan singapura

id.wikipedia.org

Industri perbankan di Singapura dikenal sudah cukup mapan dan berpengalaman dalam mengelola aset. Lembaga keuangan perbankan di Singapura selalu mencari peluang untuk mengembangkan dana nasabah. Antara lain melalui produk deposito mata uang asing berbiaya murah yang didisain untuk mengelola dana nasabah.

Dengan empat keunggulan di atas, Singapura masih menjadi pusat keuangan yang ideal bagi nasabah kaya lintas negara, sebagian besar dari China. Orang kaya Indonesia pun memanfaatkan peluang ini untuk menaruh dananya di Singapura.

Sebagai nasabah bank offshore, Anda membutuhkan fitur-fitur khusus. Seperti akses transfer secara bebas sepanjang waktu dan bersifat global, masuk ke pasar eksklusif, fasilitas penyimpanan multi-mata uang untuk membantu aset Anda tumbuh, dan diversifikasi portofolio yang kuat.

Halomoney.co.id merekomendasikan para investor global, termasuk Anda, untuk  memanfaatkan jasa keuangan di Singapura yang sangat baik dengan memiliki account pada layanan bank offshore.

Jika Anda memiliki dana sebesar US$ 200.000 atau lebih, Halomoney.co.id dapat membantu merekomendasikan bank offshore kepada Anda. Silakan mengisi formulir di bawah ini untuk memulai rencana investasi Anda. Setelah Anda berhasil membuka rekening di bank offshore, Anda akan menerima welcome gift* berupa voucher Grab sebesar US$ 100!

*Voucher ini hanya bisa digunakan melalui Halomoney.co.id setelah Anda berhasil membuka rekening bank offshore yang direkomendasikan. Semua pemohon yang berhasil akan mencairkan voucher ini dari Halomoney.co.id. 

Dengan mengisi data di bawah ini, Anda menyetujui Halomoney memberikan data Anda kepada pihak ketiga yang akan menghubungi Anda langsung mengenai pembukaan rekening di bank offshore Singapura.



Umar Idris

Tentang Penulis: Umar Idris

Penulis masih suka mengikuti perkembangan ekonomi makro, investasi, dan industri keuangan, sesuai minatnya saat masih menjadi editor di Gramedia Group. Penulis bisa dihubungi melalui umar@halomoney.co.id atau @umaridriss